Mohon tunggu...
Bambang Haryanto
Bambang Haryanto Mohon Tunggu... -

Fungsional Hubungan Masyarakat di Pusat Teknologi dan Data Penginderaan Jauh - LAPAN,

Selanjutnya

Tutup

Nature

Yok Clik Sejenak Apa Itu Satelit Spot 6

2 Juli 2013   15:38 Diperbarui: 24 Juni 2015   11:07 466
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

[caption id="attachment_271851" align="aligncenter" width="640" caption="Satelit SPOT 6"][/caption]

Penginderaan Jauh adalah cara untuk memperoleh informasi suatu obyek tanpa berhubungan langsung dengan obyek tersebut. Penginderaan jauh berasal dari dua kata yaitu indera berarti melihat dan jauh berarti melihat dari jarak jauh. Jadi berdasarkan asal kata epistimologi penginderaan jauh berarti melihat obyek dari jarak jauh. Lillesand dan Kieffer 1994 nendifinisikan penginderaan jauh sebagai ilmu dan seni untuk memperoleh informasi tentang obyek, daerah atau gejala dengan jalan menganalisis menggunakan kaidah ilmiah data yang diperoleh dengan menggunakan alat tanpa kontak langsung obyek, daerah atau gejala yang di kaji. Teknologi penginderaan jauh berkembang melalui kehadiran berbagai perkembangan teknologi satelitumtukmisi teknologinya yaitu sensor. Aplikasi satelit penginderaan jauh telah mampu memberikan data atau informasi tentang sumber daya alam dataran dan sumber daya alam kelautan secara teratur dan berkala.

Obyek di permukaan bumi akan disadap informasinya dengan menggunakan alat yang disebut sensor, sensor tersebut dipasang di sebuah wahana yang berada di angkasa seperti balon udara, pesawat terbang, satelit atau wahana lainnya. Sensor tersebut menerima/merekam sinyal dari tenaga pantulan obyek yang ukuranya berupa gelombang elektromagnetik dan semakin tinggi frekuensi dan panjang gelombang sinar tersebut maka semakin tinggi pula tenaganya. Hasilnya pemotretannya disebut sebagai data inderaja yang dapat berujud foto udara, citra satelit, citra radar dan lainnya

Para pakar berbagai negara berlomba lomba menciptakan baik perngkat lunak maupun perangkat keras untuk perkembangan teknologi penginderaan jauh tentang satelit satelit penginderaan jauh bagaimana sensor penginderaan jauh dapat menghasilkan informasi didalam observasi kebumian yang lebih rinci dan akurat. Informasi teknologi penginderaan jauh khususnya tentang informasi satelit sensor SPOT-6 yang dibangun oleh Astrium dan berhasil diluncurkan pada 9 September 2012 oleh sebuah peluncuran PSLV dari Pusat Antariksa Satish Dhawn di India. SPOT 6 menawarkan produk produk pencitraan bagi pengguna di bidang pertahanan, pertanian, penebangan hutan, pemantauan lingkungan, pesisir, minyak, gas dan industri penerbangan. SPOT 6 mempunyai kelbihan dan kemampuan satelit pencitraan optil yang mampu melakukan pencitraan bentuk bumi dengan resolusi pankromatik Multispektral (Biru, Hijau, Merah, Near-IR) 1,5 meter dan 6 meter hingga tahun 2024.

SPOT 6 Satelit Sensor (Satellite Pour 1’ Obsevation de la Terre (SPOT) atau yang dikenal satelit pengamat bumi merupakan salah satu aplikasi penginderaan jauh yang pertama kali diciptakan pada tahun 1978 oleh Cente national d’etudes spatial (CNES) Perancis bekerjasama dengan Belgian scientific and cultural service (SSTC) Belgia dan Swedish National Space Board (SNSB) Swedia. SPOT 6diluncurkan pada12 September 2012beroperasi bulan Juli 2013, di desain berguna hingga sepuluh tahun mendatang, serta keunggulan SPOT 6teknologi dan kinerjanya system meningkatkan reaktivitas dan kapasitas akuisisi serta menyederhanakan akses data. SPOT 6 berukuran 1.55 x 1.75 x 2.7 m dengan lebar sayap surya (solar array wingspan) 5,4 m2, berat masa peluncuran 172 kg dengan ketinggian Tbits hingga akhir hidup sekitar 694 km. Kapasitas penyimpanan (on board storage) SPOT 6 ialah 1 Tbits hingga akhir hidup (solid state massa memory).

SPOT-6 Satellite Sensor

Tabel 1 Spesifikasi SPOT 6

Lounch perids

SPOT 6 September 12, 2012

Design Lidetime

10 year

Size

Body 1.55 x 1.75 x 2.7 m2

Solar array winspan 5,4 m2

Lounch mass

712 kg

Attitude

694 km

On board storage

1 Tbits end of life (solid stated mass memory)

Tabel 2. Spesifikasi Orbit Satelit SPOT 6

Orbit

Sun-synchronous ; 10:00 AM local time at cecending node

Pieriod

98.78 minutes

Cycle

26 days

Viewing angle

Standard +/- 30* in roll |extended :+/-45* roll

Revisit

·1 day with SPOT 6 and SPOT 7 opearting simultaneously

·Between 1 and 3 days with only one satellite in operation

Pointing agility

Control moment gyroscope allowing quick maneuvers in all directions for targeting several areas of interest on the same pass (30* in 14 s, including stabilization time)

Acquisition capasity

Up to 6 million sq km daily with SPOT anda SPOT 7 whwn operating simulaneously

Nominal imaging mode

60 km-swath strips oriented along north –south axis; up to 600 km length

Stereo capability

Fore and aft mode; single pass stereo and tri-stereo

Tabel 3. Instrumen Satelit SPOT 6

Optical system

One instrument mode of 2 indentical korsch telescope, each with a 200 mm aperture, delivering the expected swath

Detectors

PAN array assembly : 28.000 pixels

MS array assembly : 4 x 7000 pixels

Pancromatic :0.450-0.745µm

Blue : 0.450-0.520 µm

Green : 0.530-0.590 µm

Red : 0.625-0.695 µm

Near infrared : 0.760-0.890 µm

The S bands are always acquired simultaneously

Swath

60km at nadir

Dynamic range at acquisition

12 bits per pixel

Location accuracy specification

·35m CE90 without GCP within a 30* viewing angle cone

·10m CE90 for ortho products where eference 3D is available

Instrument telemetry link rate

X-band channel-300Mbits/s

(Source: http://www.astrium-geo.com)

Negara mana yang memakai SPOT 6, apakah negara kita (Indonesia) juga menggunakan ….. anda penasaran dan ingin tahu kami akan kami beritahu …… wow dan akan kami informsikan…… kata wow bila belum kenal dan sudah mengenal.

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Nature Selengkapnya
Lihat Nature Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun