Mohon tunggu...
Irma Tri Handayani
Irma Tri Handayani Mohon Tunggu... Guru - Ibunya Lalaki Langit,Miyuni Kembang, dan Satria Wicaksana

Ibunya Lalaki Langit ,Miyuni Kembang,dan Satria Wicaksana serta Seorang Penulis berdaster

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Gawat, Truk Ini Mencuri Start Kampanye!

14 Oktober 2018   09:31 Diperbarui: 14 Oktober 2018   10:33 1150
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Truk pendukung Capres no 1. Foto: Irma Tri Handayani

Kemarin sekitar jam 9, saya menggoes sepeda menuju tempat saya mengajar. Sudah lama tak bersepeda ria. Maklum kemarin-kemarin pergi bekerjanya selalu dalam waktu yang pas pasan hanya tinggal 5-10 menit lagi menuju waktu mengajar. Sementara jika saya naik sepeda maka perlu waktu lebih lama karena yang digoes sepeda tua, yang waktu dibeli juga sudah bekas orang harganyapun cuma 200 ribuan. Lumayanlah layak pakai untuk sekedar antar jemput anak,belanja ke pasar atau seperti sekarang ke tempat mengajar.

Asyiknya menggoes pelan, sambil melihat kanan-kiri jalan arteri Bandung-Garut. Matahari belum terlalu panas sehingga acara goesan kali ini relatif menyenangkan. 

Di daerah perbatasan Bandung Garut tepatnya Rancaekek ini, pengguna sepeda bukanlah hal yang aneh. Daerah Rancaekek memang banyak memiliki pabrik. 

Beberapa karyawan atau karyawati pabrik seputaran Rancaekek banyak yang memilih menggunakan sepeda dibanding motor. Alasan ekonomis tentunya. Beberapa ada yang telihat romantis malah saat berboncengan di sepeda. 

Saat sudah setengah jalan, saya melihat truk yang tengah parkir di depan. Entah sedang mengalami perbaikan seperti ganti ban atau memang supirnya istirahat karena kelelahan. 

Kendaraan besar seperti truk dan kontainer memang sudah sering ditemui di jalan ini,ya maklum jalan arteri provinsi. 

Saya tak akan diam dulu sebentar dibelakang truk itu seandainya tak melihat ada tulisan tak biasa di sana. 

Pasti semua tahu kalau tulisan dan gambar di belakang truk selama ini lucu-lucu. Tulisan mengundang tawa seperti Surga di telapak kaki Ibu dengan gambar telapak kaki tepat di muka si anak seperti di foto berikut ini. 

Style.tribunnews.com
Style.tribunnews.com
Namun truk yang satu ini memuat tulisan serius. Entah pemilik truknya atau mungkin supirnya atau kesepakatan keduanya yang menyatakan dukungan kepada Capres no 1 Jokowi-Ma'ruf. 

Mungkin pak supir penggemar Jokowi, mungkin pak supir merasakan betul perbedaan kemudahan jalur transportasi semenjak Jokowi berkuasa. Seperti yang kita dengar, pembangunan jalan-jalan di daerah timur seperti Papua sedemikian pesatnya. 

Belum lagi terealisasinya jalan tol dan beberapa bandara.  Mungkin pak supir merasa bahwa janji Pak Jokowi untuk mempermudah kehidupan jalanannya banyak yang terealisasi. 

Karena itulah dia merasa punya Kewajiban moral untuk mengkampanyekan pilihannya.  Secara tulisan di belakang truk selalu menarik perhatian pengguna jalan. Mungkin loh ya!

Pemilihan presiden masih beberapa bulan lagi. Baru ramai pergulatan politik tingkat atas saja. Namun supir truk ini sudah mulai mendahului berkampanye lewat tulisan di belakang truk. 

Jangan baper ya buat yang tak sepakat, Jangan terlalu girang juga buat yang sehati dengan supir truk ini. Tetap jaga kedamaian  hingga tiba masa pemilihan Presiden.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun