Proyeksi data dari McKinsey menunjukkan bahwa pada tahun 2030, setidaknya akan ada 1,5 juta pekerjaan baru yang memerlukan kemampuan komunikasi dan public speaking yang handal, terutama dalam presentasi atau pidato di hadapan rekan kerja, klien, atau pemangku kepentingan perusahaan. Tingkat kompleksitas dan kolaborasi dalam dunia kerja era digital menjadi faktor pendorong meningkatnya permintaan akan keterampilan ini.
Hasil penelitian dari Association for Talent Development (ATD) menunjukkan bahwa karyawan yang memiliki keterampilan public speaking yang baik cenderung mendapatkan gaji lebih tinggi dan lebih sering naik pangkat ke posisi manajemen eksekutif di perusahaan.
Dengan demikian, penting untuk menanamkan dan mengasah keterampilan public speaking sejak dini, seperti yang dianjurkan oleh para psikolog anak. Pelatihan public speaking sejak usia Sekolah Dasar diharapkan dapat membantu mengembangkan keberanian berkomunikasi di depan publik sebelum memasuki masa remaja, di mana banyak individu cenderung merasa canggung atau malu dalam berbicara di ranah publik. Rasa percaya diri cenderung menurun dibandingkan dengan masa kanak-kanak.
Dengan adanya keterampilan seperti public speaking dan kepemimpinan yang kompeten, dapat dipastikan bahwa masa depan dan karier para siswa akan menjadi lebih cerah. Harapannya adalah bahwa inisiatif serupa akan terus muncul di berbagai wilayah di Tanah Air untuk mempersiapkan generasi penerus bangsa yang unggul dan tangguh.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI