Mohon tunggu...
Kakthir Putu Sali
Kakthir Putu Sali Mohon Tunggu... Administrasi - Pecinta Literasi

Merindu Rembulan

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Eyang Kakung dan Kopi (3)

15 April 2018   12:16 Diperbarui: 15 April 2018   12:34 792
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber : inhilklik.com

Bibir tersenyum terlihat gusi

Tak ada satu pun barisan gigi

Mata sayuh kernyitkan dahi

Terlihat jelas guratan di pipi

Jalan bertatih tunaikan sholat dzuhur

Menuju surau di usia uzur

Terlihat jelas guratan lelaki termasyur

Jejak mudanya pernah bertempur

Itulah eyang kakung

Saat siang masih bersarung

Segelas kopi asli Lampung

Hangatkan diri mengusir murung

Kopi siangnya berteman rebusan pisang

Ilusinya kadang sedang perang

Banyak hal selalu di kenang

Banyak cerita saat berjuang

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun