Prinsip ekonomi Pancasila yang disebutkan diatas, tentu saja mendapat respon positif dari semua kalangan. Maka jika prinsip ekonomi tersebut diterapkan, Â sudah dapat dipastikan Indonesia bisa meraih apa yang sering kali diucapkan Prabowo Indonesia Emas 2045.Â
Apakah bisa terwujud  ?
Bisa TIDAK Bisa juga YA, sangat tergantung pada kuatnya kepemimpinan nasional negeri ini! Masalahnya sejak zaman Orde Baru pun, konsep ekonomi Pancacila telah dirumuskan oleh para ahli bergelar doktor profesor yang luar biasa hebat, sehingga NKRI kelak akan menjadi negara kuat, hebat dan diperhitungan tingkat dunia. Namun apa yang terjadi?
Orde Baru selama 30 tahun telah membangun pondasi ekonomi yang kuat melalui Repelita 1,2, 3 dan seterusnya. Namun kepemimpinan Presiden Soeharto justru jatuh di tahun 1998 akibat moneter dan krisis kepercayaan rakyat. sehingga Soeharto terpaksa berhenti di tengah jalan!
Konon KKN yang membuat Orde Baru runtuh serta kekuatan ABRI dan Golkar yang begitu kuat mendominasi, akhirnya terpaksa gulung tikar!
Hal serupa tidak menutup kemungkinan terjadi di saat sekarang ini, karena kekuatan internal dan eksternal begitu kuat saling mencakar, terlebih fakta membuktikan bahwa China keturunan telah mendominasi kekuatan ekonomi di negeri ini! Konglomerat telah mempunyai strategi ekonomi yang lebih kuat, sehingga jika tidak BERSATU, rakyat Indonesia akan tetap terpuruk!
Itu sebabnya untuk bisa mengembangkan Indonesiia emas, maka strategi yang harus dipegang teguh adalah Sila ketiga Pancasila PERSATUAN INDONESIA !
Kekuatan ekonomi bangsa Indonesia, sebenarnya sudah kuat sejak dulu, bahkan jika dipertahankan dengan dukungan pemerintah, niscaya pertumbuhan ekonomi akan cepat terwujud yaitu dengan ekonomi kerakyatan yang sudah teruji yaitu KOPERASI!
Koperasi adalah wujud perekonomian bangsa Indonesia yang telah digagas oleh Bung Hatta, dan terbukti efektif dan mampu mengtasi perekomian Indonesia***
Â
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI