Saya ingat betul, dulu kalau kita butuh beli sesuatu, mulai dari kebutuhan rumah tangga sampai barang elektronik, pilihan pertama pasti pergi ke toko atau mal. Masih terbayang serunya berjalan-jalan di supermarket besar, kadang sekadar lihat-lihat saja, atau membawa pulang barang yang bahkan nggak ada di daftar belanja. Waktu itu, drugstore, minimarket, atau pusat perbelanjaan fisik memang menjadi tempat yang kita datangi untuk membeli barang-barang sehari-hari. Tapi, lihatlah sekarang, semuanya sudah berubah.
Budaya belanja online semakin hari semakin mengakar. Kita bisa lihat fenomena ini dari semakin banyaknya orang yang lebih memilih membuka aplikasi Shopee, TikTok Shop, atau Tokopedia daripada pergi ke toko langsung. Mungkin kamu juga salah satunya, termasuk saya juga, yang kadang lebih senang scroll barang di online shop daripada harus keluar rumah. Rasanya, dunia sekarang benar-benar bergerak ke arah digital dengan cepat. Dan ini tidak terjadi secara kebetulan. Ada faktor besar yang memengaruhi pergeseran ini: disrupsi digital.
Transformasi besar terjadi ketika toko-toko fisik mulai bermigrasi ke platform online. Di masa lalu, drugstore adalah tempat kita mendapatkan segala macam barang dengan mudah.
Sekarang, fungsinya sudah tergantikan oleh marketplace virtual. E-commerce mulai menawarkan segalanya, dari kebutuhan sehari-hari sampai barang mewah, hanya dengan beberapa kali klik. Bahkan, TikTok Shop kini menawarkan pengalaman belanja yang jauh lebih interaktif---di mana kita bisa langsung membeli barang yang kita lihat di video.
Semakin hari, aplikasi-aplikasi e-commerce ini juga semakin dominan. Dulu, mungkin kita hanya mengenal satu atau dua marketplace besar seperti Bukalapak atau Lazada.
Tapi sekarang, hampir setiap orang punya aplikasi Shopee atau Tokopedia di ponselnya, dan TikTok Shop baru-baru ini juga semakin ramai dibicarakan. Tidak hanya menyediakan barang yang kita butuhkan, tapi juga menghadirkan berbagai macam promosi dan diskon yang bikin kita sulit menolak.
Yang menarik adalah bagaimana perubahan ini mengubah cara kita berbelanja. Saya masih ingat masa-masa di mana belanja harus dijadwalkan, menyiapkan waktu khusus untuk pergi ke toko.
Tapi sekarang, kita bisa belanja kapan saja, di mana saja. Aktivitas belanja tradisional ini pelan-pelan mulai ditinggalkan. Saya pun mulai merasakan bahwa keluar rumah hanya untuk berbelanja terasa seperti sesuatu yang jarang dilakukan. Semua kebutuhan, dari makanan, pakaian, hingga gadget, bisa datang ke rumah tanpa perlu repot-repot keluar. Rasanya benar-benar praktis!
Perubahan ini juga mencerminkan bagaimana dunia bisnis berubah, di mana konsumen kini mencari cara belanja yang lebih mudah dan efisien. Maka tak heran, online shopping menjadi semakin populer, bukan hanya karena kepraktisannya, tapi juga karena disrupsi digital yang terus mengubah cara kita hidup.
Dari Drugstore Menuju Mall Virtual
Jika kita bicara tentang belanja di masa lalu, ada sebuah konsep menarik yang dipopulerkan oleh Jean Baudrillard dalam bukunya The Consumer Society. Dia menyoroti bahwa di dunia modern, berbagai objek konsumsi sudah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari.