Aku terus melangkah. Jalan belinyang. Hujan pasti sangat deras
Tak ada tempat aman, angin kencang
Sesekali menyimpuk badan yang ruai
Aku berjalan hati-hati
Genangan air yang menuju ke sebuah lubang
Memuat kematian kecil yang menakutkan:
Ponsel serta jam yang mati menuntunku
Ke halte yang sepi.
Â
"Bagaimana aku bisa lekas sampai ke rumah jika jalan tak pernah tuntas kuraba?"
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI
Beri Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!