Mohon tunggu...
Kompasiana News
Kompasiana News Mohon Tunggu... Editor - Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana: Kompasiana News

Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana. Kompasiana News digunakan untuk mempublikasikan artikel-artikel hasil kurasi, rilis resmi, serta laporan warga melalui fitur K-Report (flash news).

Selanjutnya

Tutup

Inovasi Artikel Utama

Tentang Seringnya Kasus Penembakan di AS hingga Keindahan Bangunan Bersejarah di Amsterdam

7 Maret 2018   16:00 Diperbarui: 7 Maret 2018   18:37 477
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Polisi mengamankan seseorang (kedua dari kanan), keluar dari SMA Marshall County, setelah melakukan penembakan di sekolah tersebut pada Selasa (23/1/2018), di Benton, Kentucky, Amerika Serikat.

Selengkapnya

4. Saat Aset Seharga 222 Juta Euro Milik PSG Harus Dirawat

Neymar Jr (Foto: Aljazeera.Net )
Neymar Jr (Foto: Aljazeera.Net )
PSG harus menggelontorkan banyak uang untuk menggaet striker asal Brazil, Neymar Jr, dengan nilai 222 juta euro. Menurut beberapa pengamat sepak bola, nominal yang digelontorkan PSG untuk Neymar terbilang wajar, mengingat penampilan yang luar biasa sepanjang karir sepak bola profesionalnya, terlebih saat membela klub Barcelona FC. Namun sayang, ketika PSG hendak mempertahankan posisi puncak di Liga-1 Perancis, Neymar harus absent selama beberapa perkan karena cedera serius.

Selengkapnya

5. "Blusukan" ke Bangunan dan Daerah Bersejarah di Amsterdam

Pintu gerbang stasiun pusat kota Amsterdam (Foto: Surjadi)
Pintu gerbang stasiun pusat kota Amsterdam (Foto: Surjadi)
Ibu kota Belanda, Amsterdam, ternyata memiliki kecantikan konstruksi bangunan sejak tahun 80-an. Bila ingin menjelajah Amsterdam lebih dalam, tepatnya di stasiun pusat kota Amsterdam, Anda bisa melihat bangunan yang tampak seperti istana. Keindahan bangunan ini mengadopsi gaya Gothic dan Renaissance. Dengan ukuran yang besar dan dibangun di atas 3 pulau reklamasi, stasiun ini membutuhkan sekitar 9 ribu tiang pancang kayu sebagai penopang bangunan.

Selengkapnya

(LBT)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Inovasi Selengkapnya
Lihat Inovasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun