Mohon tunggu...
Kompasiana News
Kompasiana News Mohon Tunggu... Editor - Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana: Kompasiana News

Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana. Kompasiana News digunakan untuk mempublikasikan artikel-artikel hasil kurasi, rilis resmi, serta laporan warga melalui fitur K-Report (flash news).

Selanjutnya

Tutup

Inovasi Artikel Utama

Akankah "Sarahah" Bernasib Sama seperti Telegram?

23 Agustus 2017   03:23 Diperbarui: 15 September 2017   10:42 2498
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Jagat dunia sosial media dihebohkan kembali dengan munculnya aplikasi yang bernama "Sarahah". Aplikasi ini bahkan sudah menduduki peringkat pertama appstore sebagai aplikasi yang paling sering diunduh. Namun, ditakutkan aplikasi ini akan berakhir diblokir seperti Telegram karena fitur anonim yang dimilikinya.

Selain artikel mengenai "Sarahah", terdapat artikel lain yang membahas penentuan harga jasa untuk usaha videografi/fotografi, sampai kontroversi mengenai susu kental manis yang heboh beberapa waktu lalu. Berikut lima headline pilihan Kompasiana.

1. Akankah Sarahah Juga "Bernasib" Seperti Telegram?

kolom peringkat aplikasi di koran kompas (sumber foto: dokumentasi pribadi)
kolom peringkat aplikasi di koran kompas (sumber foto: dokumentasi pribadi)
Aplikasi baru bernama "Sarahah" bertengger di peringkat satu appstore sebagai aplikasi yang sangat sering diunduh sejak tanggal 11-18 Agustus 2017. Aplikasi yang tadinya berbentuk website ini pada awalnya dibuat untuk para pekerja yang ingin "curhat" dan menyampaikan unek-unek pada atasannya tanpa orang lain bisa mengetahuinya atau sebagai anonim.

Namun ternyata, aplikasi ini lebih banyak dipakai untuk masyarakat umum dan rentan disalahgunakan sebagai cyber bullying. Karena memang terdapat fitur yang menganonimkan para pengirim pesan, sehingga mereka yang mengirim pesan tidak bisa terlacak.

Fitur berkomunikasi diam-diam inilah yang mungkin bisa menimbulkan masalah yang suatu saat akan sama dengan Telegram. Pada akhirnya Telegram diblokir karena memiliki fitur "secret chat" yang kurang lebih sama seperti ini.

Selengkapnya

2. Bukan Hanya Wartawan, Guru Pun (Ada) yang Dibayar di Bawah UMR

www.themalaymailonline.com
www.themalaymailonline.com
Profesi yang berjasa biasanya adalah guru, dokter, tentara, dan pengusaha. Namun kenyataannya, biasanya yang dianggap "berjasa" inilah yang rajin menyumbang dan berdonasi terhadap suatu pembangunan, dari sekolah sampai rumah sakit.

Selain wartawan, profesi lain banyak yang digaji ala kadarnya. padahal mereka memberikan sumbangsih dan pengorbanan besar terhadap masyarakat dan bangsa. Contohnya guru dan petugas kesehatan.

Guru yang tidak tetap banyak yang digaji jauh di bawah UMR, serta beban kerja yang tidak sesuai dengan gaji yang diperolehnya. Namun untuk yang sudah tetap, biasanya tunjangan terlampau cukup. Sama seperti wartawan, ada yang berkecukupan, ada pula yang digaji jauh di bawah standar yang ditetapkan pemerintah.

Selengkapnya

3. Bagaimana Menentukan Harga Jual Sebuah Jasa Videografi/Fotografi?

Sumber ilustrasi: flowersweddingconsulting.com
Sumber ilustrasi: flowersweddingconsulting.com
Berbeda dengan produk, usaha jasa biasanya cukup sulit untuk menentukan harga jual. Ini disebabkan oleh sebuah jasa mengandalkan pikiran atau ilmu yang dimiliki saja.

Contohnya adalah usaha videografi. Banyak pengusaha fotografi dan videografi memiliki nilai yang berbeda-beda. Beda lokasi dan kota, beda pula harganya. Perbedaan ini disebabkan oleh cara menghitung harga jual mereka. Rupanya harga jual ini memang harus dihitung benar-benar, bukan hanya diasumsi saja.

Walaupun tidak ada produk berupa barang atau material, cara menghitung harga jual jasa sama dengan menjual barang. Bagaimana perhitungannya?

Selengkapnya

4. Mengapa Masih "Merubah"?

Dokumentasi Agung DwiE
Dokumentasi Agung DwiE
Kesalahan ejaan ini sudah terjadi berulang kali. Media daring kerap menuliskan kata "merubah" daripada "mengubah". Padahal media sebagai alat penyebaran informasi seharusnya menjadi salah satu panutan masyarakat dalam berbahasa.

Ternyata kesalahan yang terjadi berulang-ulang ini memiliki penyebab khusus. Dimulai dari sejarah perkembangan bahasa Indonesia (Melayu) pada zaman Hindia Belanda, kemudian bahasa Melayu ini mulai muncul di surat kabar. Dalam bahasa Melayu, kata "mengubah" sudah muncul dalam teks-teks berbahasa Melayu Klasik.

Sementara itu, kata "merubah" atau "meroebah" atau "merobah" dalam ejaan lama memang baru muncul pada pertengahan abad ke-19 hingga merebaknya pada awal abad ke-20 karena efek dari semakin banyaknya surat kabar berbahasa Melayu sehari-hari. Bagaimana kisahnya sehingga "merubah" ini terus-menerus dipakai orang Indonesia bahkan dalam pidato Bung Karno?

Selengkapnya

5. Bom Waktu Itu Bernama Susu Kental Manis

usu kental manis (foto dari www.hemat.id)
usu kental manis (foto dari www.hemat.id)
Beberapa waktu terakhir, dunia maya dihebohkan dengan baik buruknya susu kental manis (SKM). Kehebohan mengenai SKM ini pun banyak menimbulkan tanda tanya. Kenapa SKM ini sangat ramai diperbincangkan?

Yang harus diperhatikan dalam produk SKM adalah tingginya kandungan gula di dalamnya, yakni sekitar setengah dari komposisi total. Karena inilah, SKM tidak cocok dikonsumsi sebagai minuman susu yang rutin diminum tiap hari, khususnya anak-anak.

Anak-anak yang meminum rutin SKM setiap hari dampaknya tidak akan langsung kelihatan sekarang juga, namun akan terlihat di masa depan layaknya bom waktu. Apa saja permasalahan kompleks yang bisa terjadi di dalam tubuh?

Selengkapnya

(fia)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Inovasi Selengkapnya
Lihat Inovasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun