Kompasianer, betulkah kalau mau menegur pekerja bangunan, baiknya melalui mandor saja? Katanya, supaya pekerja bangunan tersebut tidak sakit hati. Benarkah? Tentu saja ada alasan di balik imbauan tersebut.
Selain itu, pada kondisi apa Kompasianer membutuhkan pekerja tambahan di rumah? Apakah untuk renovasi rumah, membetulkan pompa air rusak, bersih-bersih atau baby sitter untuk mengurus anak?
Ternyata ada satu keterampilan yang perlu kita latih, yakni menjaga hubungan baik dengan mereka. Jika mood mereka baik, harapannya pekerjaan yang dilakukan pun bisa lebih optimal.
Oleh karena itu, ada pola komunikasi khusus yang kita terapkan. Tapi tentu saja, ini bukan perkara mudah. Jika tak tepat, tak hanya kinerja yang berantakan, tetapi hubungan juga jadi tak keruan.
Seperti belum lama ini kita mendengar kasus seorang dosen yang dibunuh oleh kuli bangunan. Pelaku mengaku sakit hati setelah pekerjaannya kena tegur oleh korban.
"Karena kerjanya (saya) jelek. Ditolol-tololin, dibego-begoin, ya semacam itulah," ucap kuli tersebut, seperti dikutip dari KOMPASCOM, pada Jumat (25/8/2023).
Apakah Kompasianer pernah berkonflik dengan pekerja di rumah? Apa dampaknya? Bagaimana cara mengatasinya? Apa yang perlu kita lakukan supaya hubungan baik dapat terus terjaga.
Silakan tambah label Berkomunikasi dengan Pekerja Rumah (menggunakan spasi) pada tiap konten yang dibuat.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI