Mohon tunggu...
Kompasiana
Kompasiana Mohon Tunggu... Full Time Blogger - Akun Resmi

Akun resmi untuk informasi, pengumuman, dan segala hal terkait Kompasiana. Email: kompasiana@kompasiana.com

Selanjutnya

Tutup

Politik Artikel Utama

"Reshuffle" Kabinet, Mengurai Asa Tingkatkan Kinerja

5 September 2015   11:56 Diperbarui: 5 September 2015   11:56 1175
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

 [caption caption="Kabinet Kerja (kompas.com)"][/caption]

Bulan April lalu, pasca enam bulan menjalankan roda pemerintahan, Kabinet Kerja di bawah komando Presiden Joko Widodo diterpa isu perombakan susunan kabinet. Isu tersebut muncul seiring dengan kurang optimalnya kerja beberapa menteri yang berimbas pada menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat, terutama setelah beberapa kebijakan yang dikeluarkan pemerintah dinilai tidak prorakyat, seperti kenaikan harga BBM yang selalu menimbulkan efek domino, yakni meningkatnya pula harga kebutuhan pokok.

Sinyal mengenai akan adanya perombakan susunan menteri di Kabinet Kerja memang sudah ditunjukkan oleh Wakil Presiden, Jusuf Kalla. Namun, perombakan kabinet kerja baru menjadi kenyataan saat Presiden Joko Widodo akhirnya mengumumkan adanya pergantian menteri dalam kabinetnya tepat lima hari sebelum peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-70 tahun. Adapun alasan kuat di balik akan adanya reshuffle kabinet tak lain untuk meningkatkan kinerja kabinet.

Namun, apakah adanya pergantian Menteri di jajaran Kabinet Kerja mampu benar-benar meningkatkan kinerja kabinet yang dinilai menurun? Lantas apa kata Kompasianer mengenai reshuffle kabinet ini? Berikut 10 artikel pilihan tentang reshuffle kabinet dari kacamata Kompasianer. Artikel-artikel lainnya terkait topik ini bisa dibaca di sini

1. Merombak Kabinet Kerja

[caption caption="Kabinet Kerja Jokowi-JK (kompas.com)"]

[/caption]

Kompasianer Armin Mustamin Toputiri mengemukakan pendapatnya bahwa Kabinet Kerja di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo memang memiliki kinerja yang lemah, terutama di bidang ekonomi dan hukum. Kinerja yang lemah ini tidak bisa dipungkiri bermuara pada lemahnya koordinasi antara menteri dan kurang tepat sasarannya kerangka kerja yang telah dibuat. 

 

2. Hari ini, Presiden Jokowi Akan Mengumumkan Reshuffle Kabinet Kerja

[caption caption="Presiden Joko Widodo (dok Setneg/ Cahyo Bruri)"]

[/caption]

Isu mengenai reshuffle kabinet semakin kencang berembus, terutama setelah beberapa media “membocorkan” bahwa akan ada enam menteri yang mengisi pos baru di Kabinet Kerja pada 12 Agustus 2015 pagi dan dikabarkan pula Presiden Joko Widodo juga akan melantik para pembantu barunya di hari yang sama. Berita tersebut jelas membuat masyarakat ikut berspekulasi mengenai siapa saja menteri yang “dicopot” dan bertahan dalam lingkaran Kabinet Kerja.

Dalam artikelnya, Aldi M Aripin mengungkapkan bahwa Presiden bebas menentukan pilihan siapa saja yang layak menjadi sebagai pembantunya dalam menjalankan roda pemerintahan. Namun yang utama adalah bahwa para menteri tersebut harus bekerja sepenuhnya untuk membantu Presiden dan memberikan manfaat kepada seluruh rakyat Indonesia. Harapan yang tentu saja juga terurai dari jutaan rakyat Indonesia.

 

3. Menilai Menteri Baru Jokowi

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun