JAKARTA, KOMPAS.com - Perlahan tapi pasti, mimpi menyambungkan kota-kota di Pulau Sumatera dengan jalan bebas hambatan kian mewujud.
Dari 2.770 kilometer panjang ruas tol yang akan dibangun, beberapa di antaranya telah beroperasi dan sebagian siap diresmikan.
Salah satunya adalah Tol Bakauheni-Terbanggi Besar sepanjang 140,9 kilometer. Tol ini diresmikan Presiden Joko Widodo, Jumat (8/3/2019).
Peresmian ini sekaligus menandai telah dibukanya jalan tol terpanjang di Indonesia.
Baca juga: Presiden Resmikan Tol Terpanjang di Indonesia di Sumatera
Kajian pembangunan jalan tol ini sebenarnya telah dimulai sejak 2012 oleh Kementerian PUPR dan Kementerian BUMN.
Setelah itu pemerintah menugaskan PT Hutama Karya melalui Peraturan Presiden Nomor 100 tahun 2014 yang diperbaharui dengan Peraturan Presiden Nomor 117 tahun 2015.
Dalam Perpres tersebut, HK mendapat penugasan membangun dan mengusahakan 24 ruas Tol Trans Sumatera dengan prioritas pada delapan ruas sepanjang 644 kilometer, termasuk di antaranya Tol Bakauheni-Terbanggi Besar.
Penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) dilakukan pada 4 September 2015 dan diikuti penerbitan Surat Perintah Mulai Kerja pada 19 Mei 2016.
Pembangunan tol ini menelan investasi sekitar Rp 16,8 triliun. 52 persen kebutuhan anggaran diperoleh melalui obligasi yang diterbitkan HK sebesar Rp 6,5 triliun dan penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp 2,217 triliun.
Sementara 48 persen sisanya atau sekitar RP 8,078 triliun diperoleh melalui sindikasi perbankan yang ditandatangani pada 27 Desember 2017 silam.