Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Nature ini merupakan bagian jangka panjang untuk menemukan kuasar awal dari alam semesta. Tim peneliti memperkirakan bahwa ada 20 hingga 100 benda yang seterang dan sejauh J1342+0928 yang dapat ditemukan di seluruh langit.
Dengan menemukan lebih banyak, para astronom akan dapat mengumpulkan data statistik tentang alam semesta awal dan Epoch Reionisation. Harapan para astronom yaitu mampu menemukan model evolusi galaksi.
"Ini penemuan yang sangat mengasyikan, ditemukan dengan menjelajahi generasi baru survei luas dan sensitif yang dilakukan para astronom dengan menggunakan survei jarak jauh inframerah NASA di orbit dan teleskom berbasis darat di Chile dan Hawaii," kata Daniel Stern dari NASA's Jet Propulsion Laboratory.
"Dengan beberapa fasilitas termutakhir, bahkan lebih sensitif dari alat yang sedang dirakit, kita bisa melihat banyak penemuan menarik di alam semesta pada tahun-tahun mendatang," tutupnya.
Baca Juga: Ditemukan, Sepasang Lubang Hitam yang Akan Berdansa Sampai Kiamat
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H