Secara filosofis warna Merah mengartikan Berani (melawan penjajah), sementara Putih memaknai Suci (perjuangan Indonesia). Apakah pemahaman ini sudah ada sejak zaman kerajaan-kerajaan Nusantara dulu?
Bangsa Austronesia sendiri memahami warna merah dan putih sebagai sesuatu yang sakral. Sebagai dua warna yang melambangkan langit dan bumi. Sementara bagi masyarakat Jawa sendiri, merah mirip dengan warna gula aren, dan putih adalah nasi. Dua makanan utama yang dominan di tanah Jawa dulu.
Masyarakat Jawa juga memiliki filsafat bahwa kehamilan dimulai pada saat unsur merah dan putih menyatu. Merah dari darah ibu dan warna putih yang melambangkan unsur ayah yang ditanam ke rahim ibu. Â
Jadi jelas, secara historis warna merah putih sangat lekat dengan Bumi Nusantara sejak zaman dulu. Pun memiliki makna filosofis yang identik dengan perjuangan.
Tapi, ini belum bisa menjawab mengapa Merah Putih yang dipilih. Kalau dari sisi filosofis, bukannya warna lain identik dengan kebudayaan Nusantara juga? Katakanlah masyarakat Minangkabau yang menandai hitam sebagai salah satu warna utama (Marawa). Identik dengan kekayaan dan akal budi. Atau hijau yang merupakan warna kesuburan dalam adat Melayu.
Mengapa harus Merah Putih?
Bendera Monaco memiliki warna yang sama. Dan warna merah lebih terkoneksi dengan sejarah bangsa tersebut. Sebelum Monaco menjadi negara Monarki Konstitusional, adalah dinasti Grimaldi yang berperan atas berdirinya Monaco. Nah, warna merah memang identik dengan kerajaan tersebut. Sementara putih dianggap sebagai simbol puritas spiritual (kemurnian).
Lain lagi dengan Polandia. Sebelum merdeka, Polandia dan Lithuania adalah satu negara persemakmuran. Bendera mereka dihiasi oleh tiga warna, yakni merah, putih, kuning. (lihat gambar).
Lalu ketika kedua negara tersebut berdiri sendiri-sendiri, Lithuania mengambil warna merah, Polandia mengambil warna merah dan kuning (plus hijau). Semetara Polandia megambil warna putih dan merah.
Jadi jelas, ada keterkaitan sejarah di sini. Tapi, Indonesia?