Mohon tunggu...
Acek Rudy
Acek Rudy Mohon Tunggu... Konsultan - Palu Gada

Entrepreneur, Certified Public Speaker, Blogger, Author, Numerologist. Mua-muanya Dah.

Selanjutnya

Tutup

Healthy Pilihan

Terminal Lucidity, Fenomena Bugar Kembali sebelum Meninggal

19 September 2021   06:52 Diperbarui: 19 September 2021   06:59 730
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Terminal Lucidity, Fenomena Bugar Kembali Sebelum Meninggal (sains.kompas.com)

Terminal Lucidity disebabkan oleh volume dan jaringan pada otak yang sedikit menyusut akibat penyakit kronik. Akibatnya, jaringan tekanan pada otak melonggar, dan bisa mengembalikan beberapa fungsi otak yang sebelumnya rusak. 

Namun, menurut Michael Nahm, seorang pakar kesehatan jiwa, Terminal Lucidity juga bisa dikategorikan sebagai gangguan kejiwaan. Itulah mengapa kadang pasien yang mengalami fenomena ini sering pula tampil sebagai seseorang yang berbeda.

Baca juga: Apakah Numerologi Dapat Memprediksi Kematian? Simak Ceritanya

Nah, juga menjelaskan bahwa sekitar 42 persen orang yang mengalami Terminal Lucidity akan meninggal pada hari yang sama. Sementara dalam hitungan hari hingga minggu lebih banyak lagi. Mencapai angka 84 persen.

Kendati kesimpulan medis telah ada, tetapi Batthyany mengatakan jika belum ada penelitian ilmiah yang cukup kuat untuk menjelaskan fenomena ini. Menurutnya, masih banyak tantangan teknis dan juga etika dalam penelitian yang harus dihadapi.

Namun, para ilmuwan tetap berharap jika fenomena Terminal Lucidity ini akan segera memiliki jawaban. Diharapkan para ahli bisa mengembangkannya menjadi sebuah metode perawatan dan pengobatan khusus bagi pasien penyakit kronis, khususnya pada fungsi otak.

Baca juga: God Spot, Apakah Religiusitas Dapat Dipindai?

Termasuk melakukan penelitian lebih mendalam mengenai fenonema-fenomena aneh menjelang akhir kehidupan. Apakah memang pengalaman spiritual adalah produk dari otak?

Jadi, untuk sementara cara yang terbaik untuk menyikapi fenomena ini adalah dengan menganggapnya sebagai mujikzat. Sebagai salam perpisahan terakhir dari orang-orang terkasih.

Referensi: 1 2 3 4

SalamAngka

Rudy Gunawan, B.A., CPS

Numerolog Pertama di Indonesia -- versi Rekor MURI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun