Ada isu besok 4 Nopember akan ada demo besar yang salah satu tuntutannya adalah "Hukum Ahok karena telah menghina Quran, Islam dan ulama!"
Demo sih memang hak setiap warga. Tapi demo cerdas harus jadi kewajiban setiap pengunjuk rasa. Bukan hanya ikut koordinator.
Ahok memang salah terkait al-Maidah 51, tapi ia sudah minta maaf.Kesalahannya pun terjadi karena diungkapkan di publik. Kalau di depan umat Kristen, memang selayaknya menyalahkan Quran sebagai alasan ia tidak jadi muslim.
Saya sangat sedih jika unjuk rasa besok ditopang oleh orang-orang yang tidak mau Ahok jadi gubernur.
Terkait orang Islam tidak mau gubernur non Muslim ya bertarung saja dengan gentle. Harus ingat, mari kita jujur bahwa masih sangat sedikit gubernur Muslim sehebat Ahok!
Buktinya, calon gubernur dki dari kalangan ulama yang sempat mencuat kini tidak ada.
Sebagai Muslim kita tidak layak marah marah karena kehadiran Ahok si non Muslim karena tidak ada orang Islam yang mampu menuju ring DKI.
Kan Anies dan Agus itu Muslim?
Hey, Anies muncul bukan karena mengusung Islam. Bahkan ada orang yang takut Anies karena diduga JIL penerus Nurcholis Majid.
Agus? Emang kita tahu seberapa besar kontribusinya terhadap Islam?
Kedua contoh di atas membuktikan minimnya pemimpin Muslim Islami. Jujurlah....!
Oleh karena itu, jangan emosi terhadap Ahok! Coba renungkan ini:
1. Apakah Ahok sudah diberitahu tentang Islam sebenarnya, terutama almaidah 51?
Ini bisa dilakukan oleh MUI atau para ulama di pesantren.
2. Apakah ahok sudah diproses hukum?
Kalau sudah, kita cukup kawal prosesnya agar benar.
3. Apakah Ahok punya agenda menistakan islam secara terencana bersama gereja?
Kalau ada, baru kita bergerak keras. Tapi kalau hanya kebodohannya tentang Islam, ya ajari dia! Siapa tahu masuk Islam. Kita doakan!
Akhir kata, saya tegaskan beberapa poin ini:
1. Dalam beberapa hal Islam tidak bisa bersama dengan non Islam, tapi kita jangan anti non islam juga kali.
2. Kita diberitahu setan itu jahat, tapi tidak perlu membabi buta menyalahkan setan. Bukankah setan itu mahluk Tuhan juga?
Â
Coba renungkan:
Seandainya Ahok itu ayah kita, Apakah kita akan sekeras dan sebenci saat ini?
Buat yang mau unjuk rasa, silahkan demo kalau sudah tahu ilmunya. Minimal Anda tahu:
1. Tafsir almaidah 51
2. Cara memperlakukan non Muslim yang bersalah.
Â
Kalau anda belum membaca kedua poin di atas dengan referensi lebih dari 3, maka lebih baik diam saja tak perlu demo.
Kan kiai saya ikut demo? Apakah kiai selalu benar? Hindari demo hanya demi Habib Rizieq jadi "gubernur"!
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H