Mohon tunggu...
FathanKurdiMubina
FathanKurdiMubina Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Seseorang sederhana yang memiliki minat terhadap seni terutama ilustrasi

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud Pilihan

Mahasiswa KKN Tim II Undip Memberikan Edukasi kepada Masyarakat tentang Korelasi Ilmu Fisika dengan Fenomena Alam Sekitar

14 Agustus 2022   17:19 Diperbarui: 14 Agustus 2022   17:34 728
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Dokumen Pribadi : Foto bersama setelah kegiatan.

Bendan Ngisor (22/07/2022) - Pada minggu ketiga kegiatan KKN, mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro melakukan kegiatan penempelan poster edukasi yang bertema korelasi antara ilmu pengetahuan dan ilmu agama yang merupakan salah satu program monodisiplin dalam kegiatan KKN.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat serta menarik minat baca masyarakat tentang korelasi ayat Al-Qur'an dengan ilmu pengetahuan salah satunya ilmu fisika. 

Dalam Al-Qur'an dijelaskan di surat Ar-Rum ayat 48 tentang bagaimana Allah SWT menurunkan hujan ke bumi agar hamba-hambanya bersuka cita dan berbahagia karena salah satu manfaat dari hujan yaitu dapat menyuburkan lahan. 

Berdasarkan hal tersebut mahasiswa menjelaskan bagaimana terjadinya hujan melalui perspektif fisika dan menjelaskan korelasinya dengan ayat Al-Qur'an. 

Dalam perspektif Fisika proses turunnya hujan dibagi menjadi 4 proses yaitu Koleksisasi, Evaporasi, Kondensasi dan Presipitasi.

Source : Freepik.com
Source : Freepik.com

Koleksisasi merupakan proses pertama dari terjadinya hujan dimana air dari hulu sungai bergabung dengan air laut di muara sungai, karena air mempunyai kecenderungan untuk bergerak dari daerah tinggi ke daerah rendah. 

Air yang sudah bergabung tersebut kemudian menjadi naik suhunya karena panas dari matahari dan faktor panas lainnya yang membuat air menguap menuju lapisan atmosfir, proses ini disebut dengan proses Evaporasi. Setelah itu air yang telah menguap berubah menjadi titik air dan memadat menjadi gumpalan-gumpalan awan dengan bantuan angin yang berhembus di lapisan atmosfir, proses ini disebut Kondensasi. 

Udara di lapisan atmosfir memiliki suhu yang lebih rendah dibandingkan dengan suhu udara di dekat permukaan bumi sehingga titik-titik air berubah menjadi butiran es yang memiliki massa yang lebih berat daripada titik air.

 Karena massa es yang sangat berat dan gumpalan awan pun sudah tidak sanggup menahannya, butiran es tersebut jatuh dengan gaya gravitasi dan mencair kembali seiring dengan suhu udara yang lebih hangat, proses ini disebut Presipitasi. 

Demikianlah Allah SWT membuat siklus yang sedemikian rupa berulang-ulang terjadi sehingga kita dapat merasakan rahmat dari hujan tersebut, karena angin berhembus dengan izin Allah sehingga dapat memberikan banyak manfaat dari terjadinya hujan seperti lahan-lahan menjadi subur, tanah yang gersang dan berdebu menjadi berkurang.

Kegiatan Penempelan poster diawali dengan proses desain poster yang menarik minat baca serta dapat dengan mudah dipahami maksud dan tujuan poster tersebut pada tanggal 18 Juli 2022. 

Selanjutnya, perizinan dengan pengurus masjid dalam hal ini dilakukan kepada ketua Takmir masjid Al-Iman di RW 5 pada tanggal 20 Juli 2022. Akhirnya, pada tanggal 22 Juli 2022 dilakukan penempelan poster di mading masjid Al-Iman.

Dokumen Pribadi : Poster yang sudah berada di Mading Masjid.
Dokumen Pribadi : Poster yang sudah berada di Mading Masjid.

Selang beberapa minggu setelah kegiatan pertama, mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro melakukan kegiatan kedua yaitu pengenalan ilmu fisika dengan eksperimen sederhana dengan memakai prototipe alat peraga cara membuat sebuah magnet.

Magnet merupakan sebuah benda yang memiliki sifat khusus yang memungkinkannya untuk menarik benda-benda tertentu seperti logam. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat khususnya anak-anak dalam memahami kejadian-kejadian fisis yaitu peristiwa medan magnet. 

Ketika orang mendengar istilah ilmu fisika yang pertama kali mereka pikirkan adalah kerumitan dalam menjabarkan rumus-rumus, padahal ilmu fisika tidak serumit itu dan justru dapat menjadi hal yang menyenangkan.

Dalam membuat magnet, terdapat dua metode sederhana yang dapat dipraktikan dirumah. Adapun metodenya sebagai berikut:

  • Metode Induksi, metode ini dapat dikatakan sebagai metode yang paling sederhana karena hanya memerlukan sebuah magnet dan sebuah logam. Magnet tersebut di dekatkan dengan logam (paku) sehingga keduanya menjadi menempel, setelah menunggu beberapa saat logam (paku) yang tadinya tidak dapat menarik logam lainnya berubah menjadi magnet yang dapat menarik logam lainnya. Hal ini dikarenakan logam (paku) tersebut sudah diinduksi oleh magnet sehingga sifat-sifat kemagnetan juga dimiliki oleh logam (paku) tersebut.
  • Metode Elektromagnetik, metode ini memerlukan bantuan dari orang dewasa dalam mengawasi karena berhubungan dengan kelistrikan walaupun hanya arus lemah. Untuk metode ini alat dan bahan yang digunakan adalah kawat tembaga, baterai besar 9 Volt, dan logam (paku). Pertama, lilitkan kawat tembaga ke sekitar tubuh paku. kedua, hubungkan kedua ujung kawat tembaga ke kutub positif dan kutub negatif. Ketiga, dekatkan paku tersebut ke logam lainnya dan amati sifat-sifat kemagnetannya. Di dalam kawat tembaga tersebut mengalir arus listrik dari kutub negatif ke kutub positif baterai mengakibatkan adanya medan elektromagnetik, akibatnya paku yang berada di dalam lilitan kawat tembaga mendapatkan sifat kemagnetannya karena medan elektromagnetik dari kawat tembaga.
    Dokumen Pribadi : Proses Peragaan Prototipe Eksperimen Metode Elektromagnetik.
    Dokumen Pribadi : Proses Peragaan Prototipe Eksperimen Metode Elektromagnetik.

Kegiatan ini diawali dengan proses pengujian prototipe alat peraga dengan tujuan agar anak-anak dapat dengan mudah memahami kejadian fisis yang terjadi. 

Selanjutnya, perizinan dengan pihak kelurahan bahwa akan dilaksanakannya acara ini. 

Kemudian, perizinan dengan pengurus masjid dalam hal ini dilakukan kepada ketua Takmir masjid Al-Iman di RW 5 serta pengajar TPQ pada tanggal 05 Agustus 2022. 

Akhirnya, di hari yang sama pelaksanaan program dapat berjalan dengan lancar dan anak-anak pun berantusias mengikuti kegiatan ini dan mereka pulang kembali kerumah masing-masing dengan berbekal ilmu pengetahuan.

Dokumen Pribadi : Foto bersama setelah kegiatan.
Dokumen Pribadi : Foto bersama setelah kegiatan.

Penulis : Fathan Kurdi Mubina, Mahasiswa Universitas Diponegoro. KKN Tim II UNDIP Ta 2021/2022.

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun