Mohon tunggu...
Rofiul Anbiya
Rofiul Anbiya Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Bermain Game

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Petani dan Asa

31 Oktober 2022   21:42 Diperbarui: 31 Oktober 2022   21:49 123
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Petani dan asa

Kami penyongsong pangan Indonesia.

Berjuta harap, berjuta asa pada setiap detik-detik masa.

Kami bersiap pada pagi, berpeluh kala siang, dan pulang kala petang.

Kami melebur dengan Fajar, terbakar dengan terik, dan bersyukur pada senja.

Hidup kami bergantung pada Tani dan digantung pada letih.

Mengabdi guna memberi sesuap kehidupan pada setiap generasi.

Menangis guna memberi secercah semangat pada diri sendiri.

Mengingat akan Juang yang terbuang tanpa Kenang.

Kami penyongsong pangan Indonesia berjuta harap berjuta asa

Meminta pada dikau Dikau yang sedang berdiam di sana

Di ruang sejuk tanpa terik tanpa bakaran Surya

Bisakah kau rangkul kami dengan tulus tanpa balas budi

Bisakah kau dukung kami dengan uluran tangan bukan janji

Bisakah kau jamin kami Sejahtera dengan membayar setimpal atas peluh- peluh kami demi sebulir padi

Kami cukup lelah cukup gundah cukup susah cukup menyerah

Pada keadaan yang seakan tidak adil dan tidak ikut andil dalam menyusun senyum kami

Kami cukup meminta cukup meronta cukup mengemis cinta yang sebenarnya sia-sia

Kami cukup begini saja demi generasi dari masa ke masa

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun