Mohon tunggu...
KKN 186_Gadingan
KKN 186_Gadingan Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

KKN 186 Gadingan Universitas Jember

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas

Optimalisasi Potensi Desa Melalui Komunitas: Masyarakat Gadingan Bersinergi dengan Mahasiswa KKN UMD UNEJ Tim 186

4 Agustus 2024   19:34 Diperbarui: 4 Agustus 2024   19:40 160
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Gadingan, Situbondo (17/07/2024) - Dengan semangat kolaborasi yang semakin kuat, mahasiswa KKN dari Tim 186 berhasil menggelar pelatihan dan pendampingan yang produktif untuk masyarakat Desa Gadingan. Beberapa rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan sukses memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat setempat. 

Salah satu program kerja utama dari Tim 186 adalah Pisang Jadi Rezeki Gadingan atau yang dikenal sebagai PIJAR. Program kerja PIJAR merupakan sebuah inisiatif untuk membentuk komunitas ibu-ibu rumah tangga yang memproduksi keripik pisang. Sasaran utama program PIJAR adalah ibu rumah tangga yang belum memiliki kegiatan produktif di Desa Gadingan. Dengan bantuan dari Bu Risma selaku ketua komunitas, mahasiswa KKN dari Tim 186 berhasil melakukan dua kali pelatihan produksi keripik pisang bersama ibu-ibu anggota PIJAR.

Pada pelatihan pertama komunitas PIJAR, ibu-ibu diajarkan keterampilan teknis pembuatan keripik pisang, mulai dari pemilihan bahan baku, pengupasan dan pembersihan pisang, proses pemasahan, penggorengan hingga pengemasan keripik pisang. Pelatihan kedua juga mengajarkan keterampilan teknis yang sama kepada ibu-ibu anggota PIJAR, namun dengan tambahan beberapa detail, seperti pemilihan bahan baku utama yang harus menggunakan pisang jenis Candi, serta penambahan varian rasa pada olahan keripik pisang.

Inovasi Metode Pemasahan Oleh Komunitas PIJAR               (Sumber: Dok. Pribadi)
Inovasi Metode Pemasahan Oleh Komunitas PIJAR               (Sumber: Dok. Pribadi)

Ibu-ibu rumah tangga anggota PIJAR mengikuti semua tahapan produksi keripik pisang dengan baik. Selama pelatihan berlangsung, ada metode baru yang cukup menarik perhatian ibu-ibu, yaitu pemasahan pisang langsung di atas wajan berisi minyak panas. Bu Risma selaku stakeholder PIJAR menjelaskan, "pemasahan pisang yang langsung di atas minyak panas dapat menghasilkan keripik pisang dengan tekstur lebih renyah." Penjelasan tersebut didukung oleh komentar Bu Sanawiyah sebagai salah satu anggota PIJAR yang menjadi peserta pelatihan. "Keripiknya jauh lebih renyah dari yang pernah saya buat di rumah," ucap Bu Sanawiyah setelah mencicipi keripik pisang hasil pelatihan. Selanjutnya, pelatihan produksi keripik pisang kedua berhasil menciptakan varian rasa manis yang meningkatkan daya tarik produk. Dalam waktu kurang lebih 2 jam, pelatihan menghasilkan sebanyak 15 pouch keripik pisang manis yang siap menyambut pecinta keripik di pasaran. 

Setelah berhasil melaksanakan beberapa rangkaian pelatihan, pembuatan keripik pisang di tiga rumah produksi menjadi langkah selanjutnya dari program kerja PIJAR. Ketiga rumah produksi tersebar dengan mencakup tiga dusun yang ada di Desa Gadingan, yaitu Gadingan Timur, Gadingan Tengah dan Gadingan Barat. Sementara modal awal untuk produksi mandiri komunitas PIJAR diberikan langsung oleh Bapak Suhdi selaku Kepala Desa Gadingan yang mendukung program kerja mahasiswa KKN Tim 186.

Keripik pisang dari rumah produksi selanjutnya akan melalui tahap quality control oleh Bu Risma selaku ketua komunitas PIJAR untuk dipilah, ditimbang, dikemas, dan diberi label. Sebelumnya, perhitungan Harga Pokok Penjualan atau HPP juga telah dilakukan bersama ketua komunitas. Sedangkan, semua hal terkait keuangan dan keuntungan kedepannya akan dikelola oleh Bu Kiki selaku Bendahara komunitas PIJAR. Setelah mahasiswa KKN dari Tim 186 meninggalkan desa, PIJAR seterusnya akan menjadi tanggung jawab Ibu Kepala Desa Gadingan selaku penanggung jawab komunitas. Hasil dari pelatihan PIJAR telah menggambarkan bahwa sinergi antara mahasiswa dan masyarakat desa dapat menciptakan produktivitas yang bernilai jual.

Selain PIJAR, ada juga LANTANG atau Lanon Tangguh yang menjadi program kerja utama dari mahasiswa KKN Tim 186. Program kerja LANTANG diinisiasi untuk memberdayakan pemuda-pemudi Desa Gadingan melalui sebuah komunitas yang kedepannya diharapkan dapat menjadi kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Tak jauh berbeda dengan PIJAR sebelumnya, sasaran utama dari program LANTANG lebih mengarah pada pemuda-pemudi Gadingan yang belum memiliki aktivitas produktif. Melalui komunitas LANTANG, pemuda-pemudi Gadingan yang tergabung akan menerima beberapa rangkaian pelatihan dan pendampingan. Pelatihan-pelatihan yang akan dijalani oleh anggota LANTANG bertujuan untuk meningkatkan skill digital creative. Sedangkan, mewujudkan Dam Lanon yang merupakan potensi Desa Gadingan menjadi sebuah objek wisata terkenal melalui promosi digital adalah tujuan utama dari program LANTANG.

Pemuda-pemudi Komunitas LANTANG bersama Tim 186 (Sumber: Dok. Pribadi)
Pemuda-pemudi Komunitas LANTANG bersama Tim 186 (Sumber: Dok. Pribadi)

Sebelum memulai seluruh rangkaian pelatihan, mahasiswa dari Tim 186 mengawali kegiatan bersama pemuda-pemudi LANTANG dengan mengadakan diskusi dan sosialisasi program kerja. Selain untuk menyatukan paham dan tujuan, kegiatan tersebut juga dilakukan untuk meningkatkan kedekatan dan keakraban antar masing-masing anggota komunitas. Hasil dari kegiatan diskusi dan sosialisasi LANTANG menunjukkan adanya sinergi serta antusiasme yang kuat antar sesama kaum muda untuk memaksimalkan potensi desa, baik dari mahasiswa maupun pemuda-pemudi desa. "Bagus sekali program kerjanya, memang sangat disayangkan jika Dam Lanon tidak dimanfaatkan menjadi tempat wisata," ucap Santi salah satu pemudi Desa Gadingan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ruang Kelas Selengkapnya
Lihat Ruang Kelas Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun