Desa Banjarejo merupakan salah satu desa yang terletak di wilayah Kecamatan Guntur Kabupaten Demak Provinsi Jawa Tengah. Potensi yang ada di desa ini cenderung mengarah ke sektor pertanian. Hasil pertanian yang ada di desa ini terdiri dari padi, jagung dan tembakau.Â
Desa ini belum terjamah oleh produk luar seperti franchise, FnB dan lain sebagainya sehingga hal itu merupakan peluang yang harus dioptimalkan oleh pelaku UMKM di desa Banjarejo karena minim pesaing dari luar.
Sebagai bagian dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa KKN MIT 16 dari posko 117 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo turut ambil bagian dalam upaya mendorong digitalisasi UMKM di Desa Banjarejo.Â
Digitalisasi UMKM yang sangat populer di masyarakat yaitu dengan memanfaatkan marketplace sehingga pelanggan atau konsumen dapat membeli produk UMKM secara online. Namun, setelah dilakukan penilaian berdasarkan survey UMKM di desa Banjarejo, proses digitalisasi UMKM masih memerlukan tools dasar yang harus dipenuhi terlebih dahulu.Â
Salah satu persiapan yang harus dipersiapkan oleh pelaku UMKM untuk masuk ke marketplace yaitu adanya lokasi atau alamat lengkap UMKM Â yang dapat digunakan secara real time atau dikenal dengan Google Maps. Google Maps memudahkan siapa saja untuk mengakses alamat pelaku UMKM melalui bantuan internet.Â
Dengan bekerja sama dengan pelaku UMKM setempat, mahasiswa KKN menyadari kebutuhan untuk meningkatkan informasi tentang bisnis mereka. Banyak UMKM di Desa Banjarejo yang masih belum memiliki kehadiran digital yang kuat, sehingga menyulitkan calon konsumen untuk menemukan lokasinya dengan mudah.
Dengan semangat inovasi, mahasiswa KKN memutuskan untuk memasang Google Maps pada UMKM-UMKM yang bersedia untuk dibantu di Desa Banjarejo. Proses digitalisasi saat ini masih on going selama periode KKN MIT 16 yaitu tanggal 10 Juli sampai 23 Juni 2023. Pelaksanaan digitalisasi UMKM terdiri atas beberapa langkah mulai dari mendata informasi UMKM seperti nama UMKM, alamat lengkap, jenis usaha, foto rumah atau lokasi hingga titik koordinat lokasi dari pelaku UMKM. Â
Setelah pendataan, kemudian dilakukan penginputan informasi UMKM ke dalam Google Maps. Langkah ini bertujuan untuk memberikan peta digital yang mudah diakses oleh para pelanggan, yang memungkinkan mereka menemukan dan mengunjungi pelaku UMKM secara lebih efisien.Tidak hanya melakukan pemasangan, mahasiswa juga memberikan pelatihan kepada pelaku UMKM tentang cara memanfaatkan teknologi secara efektif. Mereka memberikan panduan tentang mengelola informasi bisnis, berinteraksi dengan pelanggan melalui media sosial, dan memanfaatkan Google Maps sebagai alat pemasaran yang efisien.
"Terima kasih kepada mahasiswa KKN yang telah membantu usaha saya, berkat pemasangan Google Maps yang anda lakukan ini telah mengubah cara pelanggan untuk menemukan dan menghubungi saya. Kunjungan pelanggan juga meningkat dan saya sebagai pelaku UMKM jadi merasa lebih mudah untuk terhubung dengan pelanggan" Ujar mas Jefri selaku pemilik UMKM.
Tindakan tersebut memberikan dampak positif bagi para pelaku UMKM di Desa Banjarejo. Mereka mulai merasakan peningkatan kunjungan dan permintaan dari pelanggan, baik yang sudah dikenal sebelumnya maupun yang baru ditemukan melalui Google Maps. Selain itu, digitalisasi ini juga membantu memperkuat identitas Desa Banjarejo sebagai destinasi kuliner yang menarik, sehingga berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat setempat. Upaya mahasiswa KKN MIT 16 UIN Walisongo dalam mendorong digitalisasi UMKM di Desa Banjarejo melalui pemasangan Google Maps menjadi contoh nyata tentang bagaimana generasi muda dapat berkontribusi secara positif dalam memajukan ekonomi lokal. Semangat kolaborasi, inovasi, dan semangat pengabdian mereka menjadi cambuk bagi masyarakat desa lainnya untuk merangkul teknologi sebagai alat untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan bersama.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H