Menurut Ibu Winda Amilia Selaku Dosen Pembimbing Lapangan kegiatan tersebut akan menjadi tolak ukur bagi siswa yang telah mengikuti program Trauma healing yang telah di laksanakan pada minggu-minggu sebelumnya.
"Selain dapat menjadi salah satu pengembangan minat dan bakat siswa dalam bidang sastra, hal ini dapat menjadi tolak ukur akan program trauma healing yang telah dilaksanakan" ujar Ibu Winda.
Selain program literasi dalam bentuk lomba puisi, peningkatan khasanah dalam bidang sastra dilakukan dengan pembentukan kelompok cerita. Kegiatan ini dilakukan setiap hari senin dan rabu yang akan di awali dari jam13.00 WIB hingga sekitar jam 14.00 WIB.
Menurut Aninndiya selaku ketua pelaksana program kelompok cerita di Dusun Umbulrejo mengatakan bahwa program ini akan menjadi salah satu cara untuk anak dapat belajar percaya diri.
"Anak-anak akan difasilitasi untuk bercerita sehingga dapat melatih soft skill public speaking maupun melatih percaya diri mereka" ujar aninndiya.
Irmy Arya Tri Nasrin selaku Koordinator menuturkan bahwa adanya kelompok cerita menambah fasilitas yang dapat dipakai dalam pengembangan minat bakat di publik selain sekolah formal.
"Selain dalam sekolah formal pembelajaran di luar sekolah juga cukup penting, dengan adanya program ini maka anak-anak menjadi terfasilitasi untuk dapat menambah pengetahuan mengenai cerita rakyat maupun melatih kepercayaan diri mereka" ujar Irmy sebagai penutup perbincangan.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H