Mohon tunggu...
Khu Tony
Khu Tony Mohon Tunggu... -
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Tipe Customer Online Shop, Kamu Termasuk yang Mana?

12 Juli 2017   10:43 Diperbarui: 12 Juli 2017   10:59 310
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Tipe Customer online shop, Kamu termasuk yang mana? www.365travelinsurance.com

Zeropromosi - Semakin canggihnya teknologi membuat orang semakin dimanjakan dengan segala hal yang dipermudah. Salah satunya adalah bertransaksi di online shop, dengan bertransaksi di online shop sekarang orang tidak perlu lagi harus datang langsung ke toko, pasar, mall atau tempat berbelanja lainnya untuk berbelanja secara konvensional, orang tidak harus buang waktu, tenaga, biaya transaport, terkadang biaya parkir, semua hal itu bisa dipangkas dan orang sibuk sekalipun bisa berbelanja dari rumah asalkan memiliki fasilitas internet.

Kini semua berbelanja bisa lebih efektif dan efisien. Semakin banyaknya orang berbelanja maka tentu saja akan ditemui berbagai tipe para konsumen yang berbeda-beda.

Pada kali ini ada beberapa tipe konsumen online shop yang pernah atau bahkan ditemui oleh para pedagang online shop. Simak yuk!

1. Pembeli Serius

Tipe konsumen serius seperti ini pasti disukai para penjual, biasanya tipe ini mereka akan memastikan stok, kualitas barang apakah sesuai deskripsi, dan minta hitung total pembayaran dan nomor rekening dan langsung transfer. Ini adalah tipe konsumen serius, bagi penjual enak sekali tipe konsumen seperti ini :)

2. Pembeli Afgan

Nah kalau tipe afgan ini adalah tipe konsumen yang nawarnya atau minta diskonnya sadis :)) buat konsumen yang hobi diskon harus pakai hati ya nawarnya. Misalnya pada produk sudah diberi keterangan diskon 25% tetapi masih nawar minta diskon 60% atau sudah dikasi diskon masih minta free ongkir. Kalau seperti ini bukankah kasian pada si penjual. Tentu saja boleh nawar dan minta diskon tetapi jangan sadis, misalnya beli dalam jumlah banyak atau diatas minimum order bolehlah minta diskon.

3. Pembeli Awam

Konsumen awam ini biasanya yang belum paham mengenai cara transaksi online atau belum pernah transaksi online. Jadi si konsumen ini akan minta barang dikirim terlebih dahulu kemudian baru kemudian akan melakukan pembayaran. Untuk para penjual hati-hati ya supaya tidak melakukan hal ini sekalipun nilai transaksi besar, lebih baik aman daripada rugi.

4. Pembeli Penipu

Kalau tipe ini wajib diwaspadai. Misalnya si pembeli bilang bahwa sudah melakukan pembayaran bahkan sudah menyertakan bukti transferan tetapi waktu penjual cek belum ada transferan masuk. Para penjual wajib cek transferan masuk dan pembayaran dianggap sah jika dana sudah diterima di rekening penjual. Bukti transferan palsu biasanya diedit oleh si pelaku penipuan. Dan penipun terbaru adalah si penjual diminta ambil dana e-cash di ATM. itu pun sebaiknya dihindari.

5. Pembeli PHP

Konsumen PHP (pemberi harapan palsu) mereka biasa mereka akan bertanya secara mendetail, cek stok berulang-ulang, banyak sekali pertanyaan yang diajukan, minta stok di simpan dan sampai detik-detik terakhir tidak ada info terkadang mereka akan black list atau delete contact penjual yang artinya mereka tidak jadi beli.

6. Pembeli Pemalas

Di informasi produk sudah dijelaskan secara mendetail, terperinci, lengkap bahkan tidak ada hal yang tidak dinfokan mengenai produk yang dijual tetapi si konsumen malas membaca, stok sudah ditulis ready tetapi masih bertanya ready tidak, ada warna apa saja masih ditanya ada warna apa saja, harga sudah tertera masih ditanya harga berapa, dan minta dihitung total berapa, padahal tinggal dikalikan jumlah pesanan dengan harga, dan minta hitung lagi sama ongkir jadi berapa. Ini adalah tipe konsumen pemalas, untuk penjual butuh lebih besabar ya :)

7. Pembeli Bandel / Nekat

Tipe konsumen bandel/nekat sebenarnya mirip dengan konsumen pemalas, jadi si konsumen bandel/nekat ini akan bertanya apakah stok masih ada padahal sudah ditulis ready, harga berapa padahal sudah ditulisa harganya, minta diskon padahal sudah ditulis harga nett, nah tipe ini mereka sudah baca keterangan dan info produk tetapi tetap saja bandel atau nekat untuk tanya lagi. Kalau point enam si konsumen malas baca kalau point tujuh si konsumen sudah baca tapi masih bandel atau nekat tanya lagi. Kemungkinan si konsumen ingin memastikan lagi apakah informasi produk sesuai atau masih update atau tidak, jadi sebaiknya para penjual perlu lebih bersabar dan sampaikan bahwa informasi produk sudah update dan detail silahkan dicek. Dan bagi calon pembeli cukup bertanya "apakah informasi masih update?" Jika perlu fotokan informasi dan konfirmasi ke penjual.

8. Pembeli Tidak mau tahu

Biasanya online shop yang rame akan banyak sekali melayani para calon pembeli sehingga menyebabkan penjual slow respon sehingga calon pembeli akan nge-ping berulang kali dan penjual sudah sampaikan bahwa sedang melayani yang lain juga tetapi kadang calon pembeli tidak mau tahu kalau ia ingin segera direspon karena butuh barang urgent. Atau saat kiriman konsumen tidak kunjung sampai, si konsumen marah-marah ke penjual padahal sebenarnya tanggung jawab penjual adalah sampai kepada pengiriman barang dan selanjutnya adalah tanggung jawab ekspedisi/cargo tersebut. Konsumen bisa saja untuk cek kondisi kiriman ke pihak pengiriman begitu juga penjual tidak ada salahnya bantu cek karena merupakan bagian pelayanan dari penjual kepada pembeli.

Dari semua tipe diatas tentunya paling menyenangkan adalah tipe serius karena tidak merepotkan si penjual. Dan tipe konsumen lainnya adalah bagian ujian dan tantangan bagi si penjual untuk bijak menghadapinya. Tidak ada usaha yang jalannya selalu mulus, justru dari tantangan yang bisa dilewati akan membuat usaha penjual makin dipercaya dari Sang Pencipta untuk menjadi semakin besar. Untuk para konsumen yang baca semoga makin bijak juga :) .

Selamat bertransaksi online shop..

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun