Mohon tunggu...
Khoirul Mustofa
Khoirul Mustofa Mohon Tunggu... Lainnya - Mahasiswa KPI

Menulis Akan Memperpanjang Umur kunjungi juga blog saya pribadi kita akan menjelajahi tata cara yang baik dalam berkomunikasi

Selanjutnya

Tutup

Worklife

Sukses Berkarier, Memahami Penyebab Kegagalan dan Cara Mengatasinya

13 Juli 2021   13:43 Diperbarui: 13 Juli 2021   13:59 102
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Gino Crescoli/Pixabay.com

Mendapatkan kesuksesan dalam berkarir menjadi dambaan setiap orang, hal tersebut tidak mengherankan karena proses untuk mendapatkan wawasan berkarir dalam arti pendidikan membutuhkan waktu yang lama. Bisa dibayangkan, kita sekolah dari SD sampai perguruan tinggi paling tidak jika sampai mendapatkan sarjana membutuhkan waktu 15 tahun lamanya, dengan demikian apabila kita berkarir kemudian gagal sangat payahnya diri kita. 

Susah payah yang pada akhirnya menjadi hal yang sia-sia tanpa ada makna. Dengan demikian, kita perlu mengamati setidaknya kita mengetahui beberapa hal perilaku yang menjadi penghambat ketika kita berkarir. Di dalam tulisan ini akan diuraikan beberapa perilaku yang menjadi penyebab kegagalan seseorang ketika berkarir di semua bidang hal ini berfokus pada masalah moral

  1. Moral Segala Cara

Perilaku ini sangatlah berbahaya jika kita memiliki, dan harus segera kita hilangkan. Karena ketika kita menghalalkan segala cara akan membawa dampak negatif terhadap diri kita maupun orang lain. Misalnya ketika kita kerja agar naik pangkat kita memfitnah seseorang, menghancurkan karakternya. Teman kerja yang kerja keras kita fitnah bermalasan dan kita unggulkan diri, hal demikian benar-benar mengambil hasil keringat orang lain dan sekaligus menjadikannya sebagai kambing hitam. 

Orang lain jika diperlakukan seperti itu pasti tidak akan diterima dan akan muncul perselisihan dan siapa yang kuat akan menang. Kita bisa juga belajar dari sejarah tentang perebutan tahta raja, seorang kakak yang ingin menjadi raja sampai berani membunuh saudaranya karena dipandang menghalangi. 

Hingga pada akhirnya muncullah anaknya yang menuntut balas atas kematian ayahnya, hingga pada akhirnya kerajaan menjadi lemah dan kalah melawan negeri penjajah. Jika hal tersebut dihubungkan dengan konteks sekarang, perilaku segala cara tidak hanya berdampak kepada pribadi saja tetapi akan berpengaruh kepada kemajuan perusahaan karena memiliki budaya yang buruk.

  1. Suka Berbohong

Perilaku yang kedua yang menjadi penyebab kegagalan dalam berkarir adalah moral yang buruk seperti suka berkata tidak jujur. Hal demikian, sering terjadi berhubungan dengan keuangan, orang yang memiliki perilaku seperti ini biasanya memanipulasi sebuah data keuangan untuk kepentingan pribadi. Jika kita memiliki kebiasaan seperti ini maka harus segera kita hilangkan, sepintar apapun kita untuk menutupi jejak pasti suatu saat kebenaran akan terungkap dan pada akhirnya kita menjadi orang yang tidak bisa dipercaya lagi. 

Dalam perusahaan besar, kepercayaan menjadi hal yang sangat urgen, jika ada karyawan yang sudah diberikan kepercayaan tetapi mengkhianati maka orang tersebut akan menderita karena pasti akan diberikan sebuah pekerjaan yang bernilai rendah dan bisa jadi tidak akan diterima oleh semua perusahaan karena memiliki moral yang buruk.

  1. Tidak Bertanggung Jawab

Perilaku yang ketiga adalah, sikap yang tidak menjalankan pekerjaan dengan sebaik mungkin, dia sering menyepelekan pekerjaan hingga pada akhirnya pekerjaan tidak bisa selesai atau jika selesai dengan hasil yang kurang maksimal. Hal ini, jika orangnya tidak sadar bahwa dia tidak memiliki sikap tanggung jawab maka sudah dipastikan orang tersebut selamanya tidak akan naik pangkat, disebabkan dia hanya bisa mengurusi hal yang kecil, tidak mungkin diberikan pekerjaan yang besar jika pekerjaan yang kecil aja terbengkalai.

Cara agar terhindar dari moral segala cara, suka berbohong dan tidak bertanggung jawab

  1. Menumbuhkan sifat menghargai

Salah satu penyebab muncul perilaku segala cara adalah karena diri merasa tinggi sedangkan orang lain dipandang rendah. Hingga pada akhirnya tidak terima ketika orang lain lebih maju dari pada kita, muncullah niat untuk berbuat buruk kepadanya. Hal itu harus kita hentikan dengan menumbuhkan sifat menghargai dan mengakui jika memang orang tersebut lebih kerja keras dari pada kita, dengan demikian kita bisa belajar rendah diri. Kenapa orang lain bisa dan aku tidak bisa? Aku harus belajar memperbaiki diri agar bisa seperti orang lain, semua tergantung dari kerja kerasku.

  1. Menyesuaikan keinginan dengan kemampuan

Terkadang moral yang buruk itu muncul ketika keinginan kita tidak bisa tercapai tetapi orang lain bisa mencapainya dengan mudah karena dia mempunyai kemampuan yang lebih dari pada kita. Sebaiknya jika kita punya keinginan harus disesuaikan dengan kemampuan yang kita miliki, jika kita terus memaksakan keinginan muncullah perilaku segala cara seperti memfitnah, memanipulasi, merampas hak orang lain, hutang tanpa dikembalikan, dan lain sebagainya.

  1. Menghayati dampak dari moral yang buruk

Cara menghilangkan perilaku segala cara, suka berbohong, dan tidak bertanggung jawab adalah dengan memikirkan akibat yang akan kita terima manakal kita sampai berbuat demikian, tidak hanya tahu dampaknya tetapi kita juga bisa menghayati, membayangkan secara riil kesusahan yang akan diterima dari perbuatan buruk tersebut.

  1. Menghayati nilai ketuhanan

Perilaku manusia dalam ilmu dramaturgi ditentukan oleh tiga hal, pertama waktu, tempat dan khalayak. Jika manusia itu sendirian akan menyebabkan perilaku yang berbeda manakala sama orang banyak. Dalam waktu sendirian inilah yang bahaya, terkadang karena tidak ada orang yang melihat kita bebas semaunya berbuat. Dengan begitu kita harus menghayati nilai ketuhanan, setiap agama pasti mempunyai keyakinan bahwa Tuhan Maha Melihat dan akan meminta pertanggungjawaban dari kita selagi manusia yang diberikan akal pikiran.

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Worklife Selengkapnya
Lihat Worklife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun