Mohon tunggu...
Khalifatur Rahman
Khalifatur Rahman Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIKI MALANG

"Saya merupakan seseorang yang sangat tertarik dengan dunia ekonomi,bisnis dan keuangan. Oleh karena itu saya sangat senang sekali mengimplementasikan dan berbagi apa yang sudah saya ketahui dan miliki kepada orang lain, hingga menjadi sangat bermanfaat khususnya dalam dunia pendidikan yang saya tekuni saat ini."

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Demo Masalah BBM Boleh, Asal Jangan Merugikan Masyarakat Sekitar

18 September 2022   10:50 Diperbarui: 18 September 2022   16:59 313
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Kapolresta Kendari, Kombes Pol Muh. Eka Fathurrahman saat melakukan negosiasi dengan pendemo. Foto: Istimewa. (5/9/2022).
Kapolresta Kendari, Kombes Pol Muh. Eka Fathurrahman saat melakukan negosiasi dengan pendemo. Foto: Istimewa. (5/9/2022).

“Dua unit kontainer ditahan, tapi tidak lama. Sudah aman dan lalu lintas sudah normal,” tegasnya.

Mantan Dir Narkoba Polda Sultra ini menambahkan, saat ini pendemo telah meninggalkan lokasi itu, tetapi aparat kepolisian tetap disiagakan untuk berjaga di lokasi.

Dan tak jauh dari lokasi tersebut, sejumlah mahasiswa menggelar demonstrasi menolak kebijakan Presiden Joko Widodo yang menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di pertigaan Universitas Halu Oleo (UHO), Senin (5/9) sore.

Salah seorang pendemo Ahmad Zulkarnain mengatakan aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk konsolidasi para mahasiswa, masyarakat, sopir angkot, ojek online, dan ojek pangkalan agar ikut menyuarakan protes atas pemerintah yang seenaknya menaikkan harga BBM bersubsidi.

“Kami mengajak semuanya, mari bersama-sama, pada Selasa (6/9) besok ke kantor DPRD Sultra. Duduki kantor mewah itu hingga pemerintah mencabut kebijakan harga BBM subsidi yang baru,” tegasnya.

Dalam aksi tersebut, para mahasiswa itu menyanedra sebuah mobil truk pengangkut besi yang melintas di pertigaan kampus UHO.

Pantauan awak media JPNN.com, para mahasiswa bersama sopir angkot memblokir seluruh arah lalu lintas di pertigaan kampus UHO. Akibatnya, kemacetan hingga ratusan meter ke arah pasar baru, Kecamatan Wuawua, Kota Kendari tak terhidarkan. Terlihat juga salah seorang pengemudi mengamuk karena tidak bisa melintas di daerah tersebut.

“Saya mau lewat, rumah saya tidak jauh di situ, masa tidak bisa. Saya juga orang sini,” ucapnya dengan nada yang tinggi.

Sementara itu, pemilik mobil truk yang disandera massa, Arjun mengatakan dirinya juga tidak bisa berbuat apa-apa. Namun, dia juga sudah menginformasikan hal tersebut kepada bosnya.

“Mau diapami, tunggu saja sampai selesai. Saya sudah kasih tau juga bosku,” ujarnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun