Bahasa yang kita gunakan dari kecil hingga dewasa diperoleh melalui interaksi sosial yang kita lakukan dengan orang lain. Melalui kesempatan mendengarkan dan mengulang-ulang kata-kata yang kita dengarkan. Perlu diketahui bahwa anak-anak memperoleh banyak kosa kata dari percakapan yang melibatkan mereka ataupun diperoleh dari proses mendengarkan percakapan orang-orang sekitar. Beberapa bulan pertama bayi memperoleh bahasa. Bagaimana bisa? Hal ini bisa diketahui dari child-direct speech (respon suara), kebanyakan dikenal dengan bahasa ibu atau bahasa ayah.
Bahasa ini juga digunakan sebagai alat komunikasi untuk menyampaikan ide ataupu gagasan. Selain itu, bahasa juga memiliki struktur intern, diantaranya ada fonologi, morfologi, sintaksis, semantik dan pragmantik. Pada artikel berikut kita akan membahas kelima struktur yang membangun sebuah bahasa. Struktur bahasa tersebut antara lain sebagai berikut
FONOLOGI
Fonologi dapat diartikan sebagai cabang ilmu bahasa atau yang lebih sering dikenal dengan linguistik. Cabang ilmu bahasa ini mencakup bunyi-bunyi yang dihasilkan oleh bahasa, tidak hanya bunyi-bunyian, fonologi juga membahas tentang bagaimana terbentuknya bunyi dan juga perubahan pada setiap bahasa. Objek kajian fonologi terbagi menjadi dua. Pertama yaitu fonetik (bunyi bahasa atau sering disebut dengan tata bunyi). Fonemik merupakan bunyi yang tidak membedakan makna dari suatu bahasa. Kedua, yaitu fonem biasanya sering disebut dengan fonemik. Fonemik merupakan jenis bunyi yang membedakan makna suatu bahasa. Berikut ulasan lebih lengkap mengenai fonetik dan fonemik.
1. Fonetik
Abdul Chaer dalam Gani berpendapat bahwa bunyi-bunyi yang dihasilkan tidak memiliki makna atau pembeda disebut denga fonetik. Bahkan fonetik juga merupakan bunyi-bunyi yang tidak memperhatikan fungsinya dalam membedakan suatu makna.
Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa fonetik merupakan bunyi-bunyian dalam bidang linguistik yang terbentuk tanpa memperhatikan fungsi, bagaimana proses terbentuknya dan bagaimana bunyi masuk ke pendengaran penerima. Fonetik sendiri terbagi menjadi tiga. Pertama, fonetik artikulatoris (finetik organis atau fonetik fisiologi). Kedua, fonetik akustik. Ketiga, fonetik auditoris.
2. Fonemik
Abdul Chaer dalam Gani juga berpendapat bahwa fonemik merupakan salah satu cabang fonologi yang mana didalamnya membahas mengenai bagaimana fungsi bunyi yang berasal dari suatu bahasa sebagai pembeda suatu makna atau pembeda arti. Demikian, fonem dapat diartikan sebagai suatu satuan bahasa yang paling kecil dengan berbagai fungsi yang dimilikinya. Fungsi dari fonem yaitu membedakan makna yang terdapat dalam suatu bahasa.
MORFOLOGI
Secara etimologi kata morfologi berasal dari kata "morf" yang memiliki arti bentuk dan "logi" yang memiliki arti ilmu. Secara harfiah morfologi memiliki arti ilmu mengenai suatu bentuk (Gani & Arsyad, 2019).
Seperti yang terdapat dalam kamus linguistik, morfologi merupakan bidang linguistik yang mempelajari tentang morfem beserta bagian-bagian yang terdapat dalam struktur bahasa dengan cakupan bagian-bagian kata.
Setelah fonologi maka kajian selanjunya yaitu morfologi. Dalam pengkajian morfologi maka diharapkan kita harus mengkaji fonologi terlebih dahulu dan kajian tersebut harus dipahami dengan cermat agar saat mempelajari morfologi kita sudah mengetahui pokok dasar bahasan. Bentuk terkecil dalam kebahasaan biasanya sering disebut dengan morf atau morfem. Konsep dari morf dan morfem ini sangat persis dengan fon dan fonem. Kedua bentuk tersebut dibedakan berdasarkan bunyi dan  bentuk kata. Jika morf dan morfem masuk kedalam bunyi, berbeda halnya dengan fon dan fenom yang masuk kedalam bentuk kata.
Berdasarkan jenis morfem, morfem terbagi menjadi 2 yaitu morfem bebas dan morfem terikat.
- Morfem bebas, morfem yang digunakan secara langsung tanpa berkaitan dengan morfem lainnya. Morfem ini juga merupakan bentuk dasar dari terciptanya sebuah kata.
- Morfem terikat, morfem ini digunakan secara terikat dan saling berkaitan dengan morfem lain agar dapat digunakan.
SINTAKSIS
Sintaksis merupakan penempatan suatu kata menjadi sebuah kalimat atu kelompok kata. Dalam bidang linguistik, sintaksis termasuk kedalam linguistik yang pembahasannya mencakup struktur internal suatu kalimat. Dalam artian lain, sintaksis merupakan ilmu bahasa yang mengkaji mengenai kata yang dimana kata tersebut membentuk frasa, klausa dan juga kalimat.
- Frasa, kelompok kata yang terdiri dari dua kata ataupun lebih dan tidak melebihi batas ketentuan subjek dan predikat.
- Klausa, suatu susunan yang didalamnya terdapat rangkaian kata dengan unsur prediktatif yang terkandung didalamnya.
- Kalimat, rangkaian dari beberapa kata sehingga terbentuk rangkaian kata yang memiliki makna tertentu sehingga dapat dipahami oleh penerima kalimat.
SEMANTIK
Hubungan antara makna ungkapan dan struktur arti wicara merupakan bagian struktur yang biasanya disebut dengan semantik. Semantik sendiri diartikan sebagai salah satu ilmu yang membahas tentang keterkaitan suatu makna sebuah bahasa. Dalam semantik ini ditemukan hubungan antara kata dengan konsep atau bahkan makna dari sebuah kata.
PRAGMANTIK
Pragmantik merupakan cabang ilmu bahasa yang mempelajari tentang makna dari suatu tanda atau lambang. Â Pragmantik dikaji langsung berdasarkan fungsi suatu bahasa sebagai alat komunikasi. Pragmantik juga merupakan kajian dari pemakaian suatu bahasa. Cabang pragmantik dikaji karena adanya pergantian makna dalam rangkaian kata atau kalimat yang disebabkan karena adanya konteks yang terus berganti.
Sumber:
Gani, S., & Arsyad, B. (2019). KAJIAN TEORITIS STRUKTUR INTERNAL BAHASA (Fonologi, Morfologi, Sintaksis, dan Semantik). `A Jamiy: Jurnal Bahasa Dan Sastra Arab, 7(1), 1. https://doi.org/10.31314/ajamiy.7.1.1-20.2018
http://badanbahasa.kemdikbud.go.id/lamanbahasa/artikel/3308/pragmatik-dalam-interpretasi-sastra
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI