Idrus Ramli “sayangku”, saat ini kaum muslimin di Papua tengah diuji. Engkau tentu ingat beberapa waktu lalu mesjid mereka dibakar. Datanglah ke sana untuk memberi peringatan kepada pihak-pihak yang telah “mengganggu” saudara-saudara kita. Engkau juga pasti tahu, bahwa kaum muslimin di Suriah juga hidup dalam kesusahan dan terpaksa mengungsi menghidari perang akibat kekejaman si Basyar yang telah melampau batas. Datangilah mereka, bantu mereka, semangati mereka, karena mereka adalah saudara-saudara kita seiman. Dan yang terpenting, lupakanlah Aceh!
Sebelum aku mengakhiri surat ini, aku pertegas kembali bahwa surat ini aku tujukan kepada engkau seorang wahai Idrus Ramli “tersayang”, bukan untuk yang lain. Idrus Ramli “cintaku”, di akhir surat ini, aku berharap agar engkau tidak lagi “mengusik” kebersamaan kaum muslimin di tanah kami (Aceh). Biarkan Aceh kami hidup damai. Kami sudah lelah berperang. Pergilah, pergilah, dan pergilah engkau, pulang ke “negerimu”.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI