Mohon tunggu...
Khaerunnisa TD
Khaerunnisa TD Mohon Tunggu... Dosen - Ibu dan Dosen

menulis

Selanjutnya

Tutup

Parenting

Gentle-ish Parenting, Menyatukan Empati dengan Batas yang Jelas dalam Pengasuhan Anak

19 November 2024   12:30 Diperbarui: 19 November 2024   12:31 15
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Parenting. Sumber ilustrasi: Freepik

Dalam dunia parenting modern, salah satu pendekatan yang semakin banyak diminati adalah Gentle-ish Parenting. Konsep ini menggabungkan dua hal yang tampaknya bertolak belakang: kelembutan dan disiplin. Pada dasarnya, gentle-ish parenting adalah bentuk pengasuhan yang tetap menekankan empati dan kehangatan, tetapi dengan penekanan kuat pada pentingnya menetapkan batasan yang jelas dan konsisten bagi anak-anak.

Mengapa Gentle-ish Parenting?

Pendekatan ini muncul sebagai jawaban atas tantangan yang sering kali dihadapi oleh orang tua yang ingin mendidik anak dengan kasih sayang, tetapi juga tidak ingin mengabaikan pentingnya kedisiplinan. Gentle-ish parenting menanggapi anggapan bahwa gentle parenting (pengasuhan yang sangat lembut) terkadang bisa menyebabkan kebingungannya antara kasih sayang dan batasan. Orang tua yang menganut gentle parenting kadang khawatir bahwa memberi batasan yang tegas atau disiplin yang lebih ketat dapat merusak hubungan emosional mereka dengan anak.

Namun, gentle-ish parenting menunjukkan bahwa kasih sayang dan disiplin tidak harus saling bertentangan. Dengan menetapkan batasan yang jelas—seperti aturan yang konsisten dan konsekuensi yang terukur—orang tua dapat membantu anak belajar tentang tanggung jawab, kepercayaan diri, serta pengendalian diri. Pendekatan ini memberikan keamanan emosional bagi anak, karena mereka tahu apa yang diharapkan dari mereka, dan juga merasa dihargai serta diperhatikan dalam prosesnya.

Penerapan Gentle-ish Parenting

Gentle-ish parenting menekankan komunikasi terbuka antara orang tua dan anak. Alih-alih hanya memberi perintah atau arahan, orang tua diajak untuk menjelaskan mengapa suatu perilaku tidak bisa diterima dan memberi kesempatan bagi anak untuk berbicara atau mengungkapkan perasaannya. Ini membantu anak merasa didengar dan dipahami. Namun, meskipun komunikasi adalah kunci, batasan tetap harus ditegakkan.

Salah satu contoh penerapan gentle-ish parenting adalah dengan menetapkan aturan tentang waktu tidur atau waktu bermain gadget. Orang tua tidak hanya mengatakan "Tidak boleh bermain gadget lagi," tetapi juga menjelaskan mengapa waktu layar perlu dibatasi, seperti untuk menjaga kesehatan mata dan agar anak memiliki waktu untuk beristirahat. Ketegasan dalam menyampaikan aturan ini penting agar anak memahami konsekuensinya.

Manfaat dari Gentle-ish Parenting

Penerapan prinsip ini memberikan manfaat yang besar bagi perkembangan emosional anak. Dengan adanya batasan yang jelas namun tetap dipenuhi dengan kasih sayang, anak-anak merasa aman dan terjaga. Mereka belajar tentang pentingnya tanggung jawab, rasa hormat, dan bagaimana berinteraksi dengan orang lain secara positif. Di sisi lain, orang tua juga merasa lebih terkontrol dalam mendidik, tanpa harus merasa bersalah atau bingung dalam menentukan langkah selanjutnya.

Gentle-ish parenting adalah cara pengasuhan yang menggabungkan kelembutan dengan kedisiplinan. Pendekatan ini membantu orang tua menjaga hubungan yang hangat dan penuh kasih dengan anak sambil mengajarkan mereka nilai-nilai penting tentang tanggung jawab dan disiplin. Dengan menetapkan batas yang jelas dan konsisten, gentle-ish parenting memastikan anak-anak tumbuh menjadi individu yang percaya diri dan memiliki kontrol diri yang baik, tanpa mengorbankan kedekatan emosional dengan orang tua.

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

Mohon tunggu...

Lihat Konten Parenting Selengkapnya
Lihat Parenting Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun