Menurut teori identitas sosial, bencana seperti kebakaran hutan ini dapat memperkuat rasa kebersamaan dalam komunitas yang terdampak. Ketika individu merasa menjadi bagian dari kelompok yang sama-sama berjuang untuk bertahan, rasa solidaritas tersebut dapat memberikan kekuatan emosional. Hal ini terlihat dalam tindakan-tindakan kolektif seperti penggalangan dana, kerja bakti, atau sekadar saling berbagi cerita dan dukungan emosional di pusat pengungsian.
Namun, proses ini juga memiliki sisi gelap. Jika perasaan identitas kelompok disertai dengan prasangka terhadap "orang luar" yang dianggap tidak cukup membantu atau bahkan memanfaatkan situasi, hal ini dapat menciptakan ketegangan sosial yang baru.
Intervensi Psikologis untuk Pemulihan
Dampak psikologis dari kebakaran hutan ini tidak hanya dirasakan oleh para korban yang kehilangan rumah atau keluarga, tetapi juga oleh petugas pemadam kebakaran, relawan, dan masyarakat umum yang menyaksikan kehancuran tersebut. Penelitian menunjukkan bahwa intervensi psikologis awal, seperti pemberian konseling trauma, sangat efektif dalam mencegah munculnya gangguan psikologis jangka panjang. Selain itu, penguatan jaringan sosial di komunitas juga menjadi salah satu langkah penting untuk mempercepat pemulihan.
Misalnya, pendekatan berbasis komunitas yang melibatkan konselor lapangan, pendampingan kelompok, dan dukungan spiritual dapat memberikan ruang aman bagi para korban untuk memproses emosi mereka. Psikologi positif juga dapat diterapkan untuk membantu korban fokus pada aspek-aspek kehidupan yang masih dapat disyukuri, sehingga mereka memiliki harapan untuk masa depan.
Penutup
Kebakaran hutan di Los Angeles adalah pengingat yang menyakitkan tentang betapa rapuhnya kehidupan kita di hadapan bencana alam. Namun, melalui pendekatan psikologis yang komprehensif, baik pada tingkat individu maupun komunitas, kita dapat membantu para korban untuk tidak hanya pulih, tetapi juga tumbuh lebih kuat setelah tragedi. Seperti yang diajarkan dalam teori resiliensi, rasa sakit mungkin tidak bisa sepenuhnya hilang, tetapi dengan dukungan yang tepat, kita dapat membantu mereka menemukan makna baru dalam kehi
dupan yang telah berubah.Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H