Mungkin paparan berikut termasuk keuntungan dalam suatu kelompok kecil, bukan komunitas besar dengan anggota banyak; namun yang kecil ini pun cukup berguna dalam menekuni usaha masing-masing.
Sudah tiga bulan lebih ada dua pelapak yang mengontrak di depan toko milik orangtua yang pengelolaannya jatuh ke saya sejak sepeninggal Bapak pertengahan Bulan Juli 2021 lalu.Â
Mereka menjual item yang berbeda dengan toko alat tulis yang saya pegang. Satu kudapan pentol (macam cilok), satunya es rasa permen karet dan tahu walik.Â
Beberapa kali ketiga entitas ini saling bertukar uang jika ada yang berlebih recehan (uang koin) atau lembaran uang pecahan lain. Masih dalam hal mendapatkan uang pecahan kecil, tentu keduanya beserta saya akan kesulitan jika masing-masing berjalan sendiri. Karena mencari uang kecil ini cukup setengah mati repotnya.
Hanya, simbiosis ketiganya bukan hanya dari bertukar uang kecil tersebut. Terkadang pembeli pentol juga melirik dagangan es permen karet tersebut serta sebaliknya; tak ketinggalan juga terkadang mereka yang tadinya membeli alat tulis atau fotokopi juga tertarik mencicip dagangan salah satunya atau sebaliknya (sekali jalan). Terutama jika pembeli membawa anak kecil atau mempunyai anak kecil di rumahnya.Â
Masing-masing pelapak tadi juga akan menginformasi pembeli jika penjual bersangkutan tak ada di tempat. Dan juga bila salah satunya mempunyai info soal jadwal siswa masuk sekolah. Yah, karena rumah tempat tinggal saya saat ini ada di seberang sekolah menengah.
Jadi... Melihat beberapa keuntungan yang didapat dari beberapa contoh tadi, sebaiknya: tetaplah berkelompok.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H