Berdasarkan unsur-unsur pada atas, maka aktivitas public relations memperlihatkan adanya interaksi timbal pulang secara keseluruhan dan bahwa kegiatan ini adalah proses yg berkesinambungan yang mana fungsi tadi inheren pada manajemen perusahaan, sebagai akibatnya sanggup mencapai tujuan dan target primer perusahaan. Grunig dan Hunt `mendeskripsikan fungsi public relations pada perusahaan melalui contoh yang menandakan bahwa perusahaan dan publik saling mensugesti satu sama lain. Keputusan yang dibentuk sang sub sistem manajemen perusahaan sanggup jadi mempunyai konsekuensi bagi publik, contohnya pembuangan limbah pabrik yang mengaliri sungai yg sebagai asal primer irigasi bagi rakyat lebih kurang perusahaanKarena keahlian manajerial dan teknis yg dimiliki, public relations berperan sangat krusial dan penting, khususnya pada situasi gosip dan krisis lantaran beberapa argumen berikut:
1. Keahlian public relations pada memonitor opini publik membantu pihak manajemen pada mengidentifikasi gosip-gosip yang tersebar pada tengah publik dan mempunyai potensi buat berkembang sebagai krisis yang bisa mengancam kegiatan perusahaan, sebagai akibatnya pihak manajemen sanggup menciptakan kebijakan yang mencegah gosip berkembang sebagai krisis.
2. Public relations bisa mewakili kepentingan publik dan memprediksi reaksi publik terhadap keputusan pihak manajemen yang membawa konsekuensi bagi publik.
3. Dengan keahlian public relations mengumpulkan data dan fakta berdasarkan majemuk publik, public relations sebagai asal fakta bagi pihak manajemen pada proses pembuatan kebijakan yang menguntungkan baik bagi perusahaan juga publik sebagai akibatnya krisis bisa dihindari. Keahlian riset baik kualitatif
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H