Mencetak generasi penerus bangsa itu sulit-sulit gampang. Banyak aspek yang harus dibenahi. Salah satunya adalah mengubah mindset masyarakat untuk menganggap pendidikan itu penting selain menyiapkan guru pengajar yang andal.
Seperti Sekolah Dasar Negeri Pogo Tena, Kecamatan Loura, Kabupaten Sumba Barat daya yang kini menatap masa depan mencetak generasi terbaik bagi daerahnya di tengah keterbatasan yang dimiliki.
Betapa tidak, sekolah yang didirikan pada tahun 2011 tersebut perlahan mulai menunjukkan identitasnya sebagai sebuah sekolah kampung yang tidak kampungan malah mampu mengantar siswanya berprestasi di berbagai sekolah di tingkat SMP.Â
Iya SDN Pogo Tena mampu menepis anggapan publik yang terus memandang sekolah kampong sebagai sekolah non unggulan malah selalu ditempatkan pada urutan buncit.
Wajar memang. Dengan kondisi sekolah yang masih minim fasilitas dan sarana prasarana, sekolah yang baru dinegerikan pada tahun 2017 itu memang masih jauh dari kata wah.
Apalagi melihat letak Sekolah Pogo Tena yang berada persis di tengah hutan, dan dikelilingi rumput tinggi tidak terurus menambah deretan luka pada wajah sekolah tersebut. Imbasnya, masih banyak masyarakat di daerah tersebut belum mengetahui keberadaan sekolah tersebut.
Maklum jarak sekolah yang cukup jauh dari jalan utama sekitar 3 km dari cabang Brimob membuat sekolah ini memang luput dari perhatian masyarakat bahkan pemerintah setempat. Bukan itu saja, jarak masuk ke sekolah setelah melewati jalanan yang baru diaspal separuh tersebut juga terbilang jauh kurang lebih 500 meter.
Walaupun harus diakui para pengunjung sekolah bahkan para siswa-siswi tidak akan kecewa dengan pemandangan di sekeliling jalan tersebut.Â
Pohon mete dan tanaman jagung terpadu menjadi satu di sisi kiri kanan jalan nyaris membuat mata akan terus terjaga. Belum lagi dengan jalanan yang penuh lubang menganga diselipi batu karang menambah cerita Sekolah Pogo Tena menjadi lebih berwarna.

Cat yang mulai mengelupas, dengan warna memudar seolah mempertegas hal tersebut. Â Hal ini, belum termasuk dengan keberadaan ternak kambing di sekitar sekolah membuat sekolah ini berbeda dengan sekolah lainnya di Kabupaten Sumba Barat Daya.Â
Maklum, keberadaan sekolah yang dikelilingi hutan dan rumput membuat hewan ternak warga menjadi betah berada di sekitaran sekolah.