Mohon tunggu...
Katedrarajawen
Katedrarajawen Mohon Tunggu... Penulis - Anak Kehidupan

Merindukan Pencerahan Hidup Melalui Dalam Keheningan Menulis. ________________________ Saat berkarya, kau adalah seruling yang melalui hatinya bisikan waktu terjelma menjadi musik ... dan berkarya dengan cinta kasih: apakah itu? Itu adalah menenun kain dengan benang yang berasal dari hatimu, bahkan seperti buah hatimu yang akan memakai kain itu [Kahlil Gibran, Sang Nabi]

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Berselingkuh Bukan Pilihan , Namun Jalan Keluar (Terbaik?)

2 Juni 2010   00:19 Diperbarui: 26 Juni 2015   15:49 280
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sosbud. Sumber ilustrasi: KOMPAS.com/Pesona Indonesia

Ketika harus memilih dan kita enggan memilih yang terbaik , maka seringkali jalan salah yang harus dipilih !

Mengapa perselingkuhan banyak terjadi pada kehidupan saat ini dengan berbagai pembenaran yang dianggap sebagai pilihan terbaik tanpa menyakiti ?

Benarkah berselingkuh merupakan sebuah pilihan ?

Ketika seorang pria dan wanita bekerja bersama setiap hari disebuah kantor . Pada saat merasa ada kecocokan dan saling suka diantara mereka , tentunya keadaan menjadi serba sulit .

Akhirnya saling jatuh cinta , tetapi masing-masing telah memiliki pasangan dan anak .
Apa yang harus dilakukan bila demikian ?

Adalagi , ketika mantan sepasang kekasih setelah sekian lama tak bertemu dan kemudian dipertemukan , sedangkan masing-masing telah memiliki pasangan . Namun cinta lama bersemi kembali penuh gairah . Tetapi mereka juga masih cinta dan komitmen dengan pasangannya , tentunya sangatlah sulit untuk memilih dalam keadaan ini !

Apa yang harus dilakukan sebagai pilihan terbaik ?

Kebanyakan , kita menggunakan otak dan perasaan bila terjebak dalam situasi demikian .
Menurut logika yang bermain , pilihan terbaiknya adalah dengan berselingkuh sebagai jalan keluarnya!
Dengan demikian , didalam pemikiran kita , dengan jalan berselingkuh berarti tidak ada yang tersakiti .

Diluar bisa menikmati percintaan yang indah dengan pasangan kedua , sedangkan dirumah tetap dapat mencintai dan bercinta dengan pasangan pilihan pertama dengan kemesraan pula .

Pilihan yang cerdas . Tak heran perselingkuhan menjadi wabah yang terus menjangkiti . Bukan hanya pada pria saja , wanita juga banyak yang melakukan hal ini .

Kedepannya , berselingkuh akan semakin menjadi tren , yang terjadi bukan hanya didalam alam nyata , tetapi juga di alam maya .

Tetapi kembali ke pertanyaan . Apakah berselingkuh adalah memang pilihan terbaik ?

Bila mau jujur , ditinjau dari segi agama dan moral etika tentulah berselingkuh adalah pilihan yang salah dan tidak diijinkan .
Cuma sayang , saya bukanlah ahli agama yang bisa menjelaskan salahnya dimana .
Karena ketika kita melakukan hal yang salah namun kita menyukainya , maka kita tidak perlu merasa bersalah . Itulah sering terjadi yang namanya pembenaran .

Yang jelas berselingkuh , bukan harus dipilih dan bukan jalan keluar terbaik .
Karena saya percaya , secara diam-diam perbuatan ini juga melukai hati kita yang terdalam dan pada sudut hati kita merasa bersalah . Karena sudah tidak jujur dan menghianati kesetiaan pasangan kita dan anak-anak tercinta di rumah yang selalu menanti .
Tetapi kita selalu memaksakan diri dan berkeras hati untuk tidak mau mengakuinya . Kemudian terus melakukan perselingkuhan itu .

Kita mau melakukan atau tidak , tentunya kita harus memilih yang terbaik sesuai kearifan yang kita miliki , bukan oleh perasaan . Karena perasaan seringkali menjauh dari kebenaran !

Semoga ada pilihan yang terbaik !

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun