Jangan pernah takut menyandang status tersebut. Jomblo bukanlah penyakit menular yang bisa mendatangkan kematian. Jomblo juga bukan wabah yang harus ditangani dengan melakukan investigasi cinta. Karena penyandang status jomblo adalah manusia yang memiliki integritas tinggi dalam meramaikan sosial-masyarakat penghuni planet bumi. *dengan gaya bicara ala presenter silet*
Jadi pada dasarnya, hakikat jomblo adalah sebagai berikut :
Pertama. Sebuah status yang penuh kebebasan. Bukan sebuah nasib yang menyedihkan.
Kedua. Status yang jauh dari kemaksiatan, karena malam minggu tetap sendirian bahkan tak berduaan dengan yang bukan muhrim, hihihi.
Ketiga. Bagi sebagian orang, status jomblo itu ketinggalan zaman. Tapi sebagian penganut status ini, jomblo itu ketenangan.
Keempat. Jomblo bukanlah preman juga bukan pecundang.
Kelima. Jomblo hanyalah makhluk tuhan yang “belum” diberikan pasangan. Tetap keep survive dan keep on fighting till the end untuk mencarinya. Intinya doa dan usaha, broh
Keenam. Jomblo bukan berarti ga laku-laku, juga bukan seorang pengecut. Tapi dia seorang penyayang. Tak mau menyakiti dan tak mau disakiti. Karena jomblo mempunyai cinta yang tulus… lussss..
Masih takutkah dengan status “jomblo”? Don’t find love, lets love find you ^^
created by : dosen cinta (gadungan),hehehe
salam
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H