Luncurkan Buku di Perayaan Belajar dan Gelar Karya P5
JOMBANG -- Ada pemandangan berbeda di SMA Negeri 1 Jombang pagi ini (15/2). Susana nampak ramai dan sibuk sejak pagi hari. Para siswa juga terlihat berpakaian berbeda dari biasanya. Ada yang berpakain remo, besutan, stelasn jas rapi, dan masih banyak lagi. Guru-guru juga tak ketinggalan, bertugas sesuai tupoksinya.
Pagi ini, ada perayaan belajar dan gelar karya projek penguatan profil pelajar pancasila (P5). Ada 3 tema yang diusung, terdiri dari suara demokrasi, jejak karbon, dan besut main ludruk, bertempat di Lapangan SMA Negeri 1 Jombang. Acara ini diikuti oleh seluruh siswa SMA Negeri 1 Jombang. Turut hadir Kepala Seksi Pembinaan SMA Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Jombang, Kepala Sekolah beserta jajarannya, dan seluruh guru SMA Negeri 1 Jombang.
Aisiah, Kepala Seksi Pembinaan SMA Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Jombang, yang mewakili Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Jombang, Sri Hartati menyampaikan bahwa kegiatan perayaan belajar dan gelar karya projek penguatan profil pelajar pancasila (P5) merupakan momentum kebangkitan SMA Negeri 1 Jombang sebab kegiatan dihelat sangat luar biasa.
"Semoga kegiatan perayaan belajar dan gelar karya projek penguatan profil pelajar pancasila (P5) bisa berjalan dengan lancar dan sukses, serta bisa bermanfaat untuk murid-murid kita, ketika nanti terjun langsung ke masyarakat," ujar wanita yang datang dengan berpakaian rompi Fasilitator Guru Penggerak.
Selain itu, Aisiah juga menyinggung Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2023. ia meminta agar guru SMA Negeri 1 Jombang dan jajarannya menyiapkan kegiatan tersebut secara maksimal, sehingga bisa terus eksis dan berprestasi.
"Saya berharap SMA Negeri 1 Jombang, di bawah kepemimpinan kepala sekolah yang sekarang ini, yakni Bu Dyah Ayu Endriyaningsih bisa membawa sekolah ini sukses di OSN 2023, dengan membawa medali emas dan peringkat tinggi nasional bahkan internasional. Dan Saya harap SMA Negeri 1 Jombang bisa daftar Dan lolos menjadi sekolah penggerak," tururnya dengan penuh Harap.
Sementara itu, Dyah Ayu Endriyaningsih selaku Kepala SMA Negeri Jombang, menyampaikan perayaan belajar dan gelar karya projek penguatan profil pelajar pancasila (P5) digelar selama 2 hari dan akan dilanjutkan dengan kegiatan Isra mi'raj.
"Dengan kegiatan ini, anak-anak bisa menampilkan karyanya untuk unjuk diri dan unjuk karya, setelah melakukan pembelajaran selama 4 bulan, jadi selama 1 tahun nanti akan ada kegiatan seperti ini, setiap 4 bulan sekali dalam satu tahun dimana hal tersebut sudah ditetapkan dalam kurikulum merdeka," tutur wanita berkacata.
Lanjut Dyah, Rangkaian kegiatan ini antara lain dari kelas 10 menampilkan dan menunjukkan karyanya dari 3 tema berbeda, kelas 11 menunjukkan kecakapannya dalam kewirausahaan dengan bazar. Sedangkan kelas 12 melaksanakan gelar dan pameran seni lukisan dari hasil praktik seni budaya.
"Berharap dengan kegiatan ini, kita bisa menyiapkan murid-murid menjadi generasi yang unggul, mandiri, profesional, produktif serta berpartisipasi dengan pembangunan secara global dan berkesinambungan. Menyiapkan anak-anak untuk punya multi talent. Sehingga ketika terjun di masyarakat dapat mengaplikasikan apa yang ia belajari di sekolah," pungkas Dyah Ayu.
Momentum yang tak terlupakan, pada kegiatan ini, diluncurkan 3 buku karya P5 dari murid kelas X. Dari tema suara demokrasi, siswa kelas X-4, X-5, dan X-6 berhasil menerbitkan buku. Masing-masing 1 buku. Tema yang diangkat adalah kampung halaman yang menggambarkan wilayah terkecil dari demokrasi. Buku berjudul "Ku Rindu Kampung Halamanku" dari bagian 1 sampai bagian 3, diserahkan secara simbolis. Jeslyn, Firda, dan Anisa mewakili penulis lainnya, menyerahkan langsung kepada kepala sekolah, disaksikan oleh Kepala Seksi Pembinaan SMA Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Jombang, diikuti menyerahkan sertifikat penghargaan bagi para penulis.

Kaseri, koordinator P5 tema suara demokrasi menyampaikan bahwa P5 merupakan bagian tak terpisahkan dari pembelajaran di kelas selama 11 pekan, tetapi goal yang diinginkan adalah mewujudkan murid yang dimensi Pancasila yaitu 1) Beriman, bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan berakhlak mulia; 2) Mandiri; 3) Bergotong-royong; 4) Berkebinekaan global; 5) Bernalar kritis; 6) Kreatif. Salah satu wujud kreatif adalah dengan membuat buku sekaligus membudayakan literasi di sekolah.

"Wujud dari kreatif pada dimensi profil pelajar Pancasila adalah dengan membuat buku. Ini juga bagian dai upaya membudayakan gerakan literasi sekolah', ujar pria yang biasa dipanggil Mr. Ase tersebut. (ase)
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana. Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI