2. Dangdut Sudah Mulai Menunjukkan Dominasi
Beberapa tahun ini musik dangdut menjadi dominasi layar kaca. Dari audisi hingga beberapa jenis dangdut yang menurut saya dapat menggeser keberadaan grub band Indonesia. Tentu ini juga sebagai ancaman keberadaan grub Band. Meski dalam konteks pekerjaan pasti ada persaingan, pastinya ada rasa takut akan menggeser keberadaan grub band.
Ini sudah dianggap hal biasa namun juga menakutkan. Kenyataannya, munculnya dangdut dan dominasi dangdut Indonesia sudah sukses menggeser keberadaan band papan atas. Al hasil, hampir setiap beberapa bulan sekali ada singel dangdut yang melejit, terlebih dangdut koplo yang digadang-gadang khas kota Banyuwangi selalu merajai di deretan tangga lagu.
Ciri khas ke-koploan dangdut sukses menghipnotis para pecinta musik. Meski dengan bahasa "Using" lagu-lagu banyuwangi selalu menjadi andalan artis dangdut di atas panggung. Ditambah musik koplo memang sangat nyaman di dengarkan, lantunan nadanya selalu memberikan kekaguman sendiri di hati penikmat musik.
3. Hijrah
Banyak grub band yang hijrah dari pemusik menjadi pembisnis dan ada juga pemusik hijrah menjauhi hingar bingar keaktrisan. Itu semua pasti memiliki alasan kuat. Yang pasti ketika pemusik mulai beralih ke bisnis berarti mereka menyadari umur dan ketenarannya dalam bermusik tidak akan lama dan selalu di atas. Maka mereka mulai merintis bisnis yang dapat sewaktu-waktu menggantikan profesi.Â
Namun, ada juga yang beranggapan bahwa dunia artis identik dengan hura-hura. Maka tidak sedikit pula mereka ingin menghindarinya hingga melepas kejayaannya. Ini semua untuk menemukan kehidupan yang lebih nyaman, dalam artian terlepas dari jeratan hura-hura (miras, narkotika, wanita, keserakahan harta).
Tiga hal tersebut bukan tidak mungkin akan menjadi landasan utama, kenapa grub band Indonesia terkesan redup atau mati suri. Yang jelas sebagai penikmat musik dan pecinta musik, rakyat Indonesia akan selalu menunggu karya-karya terbaru mereka.
PenulisÂ
Lumajang, 03 Juni 2018