9 Juni pukul 11.00 siang adalah momen yang ditunggu para Army Indonesia. Army adalah sebutan penggemar boyband asal negeri ginseng, BTS.Â
Jujur saja, saya pribadi tidak paham siapa mereka. Kolaborasi dua branding ini menjadi fenomena tersendiri.Â
Menu ini hanya tersedia take away melalui drive thru, layanan antar dan aplikasi ojek online.Â
Timeline di seluruh media sosial pun menjadi ungu, logo khas BTS.Â
Banyak yang menunjukkan keberhasilan mendapatkan menu ini. Tidak sedikit pula yang mencibir fenemena ini. Terlebih antrean yang panjang di semua gerai seantero Nusantara. Â Termasuk 3 gerai utama di Palembang. Antrean panjang bahkan sempat terjadi ketegangan di gerai Sudirman Palembang bahkan untuk menengahi ketegangan antar driver ojol dan gerai.Â
Promosi yang begitu massif dari army pun membuat sebagian orang yang boleh jadi dengan BTS pun tidak kenal ikut tertarik ke dalam euphoria ini.Â

Di kampus tempat saya mengabdi, ada seorang rekan saya yang mengidentifikasi dirinya sebagai army.Â
Dia sangat begitu gembira jika melihat konser BTS meski hanya melalui layar handphone.Â
Ia juga sangat antusias dengan peluncuran BTS Meal ini. Bahkan ia menandai kalender dan menunggu momen ini tiba.Â
Saya sebagai temannya merasakan energi positif yang begitu kuat dalam antusiasnya terhadap BTS.Â
Sebagai anak kos yang tinggal sendirian dan jauh dari keluarganya, tentu tidak banyak hal-hal yang dapat memunculkan rasa bahagia, bukan?.Â
Saat ia tahu harus drivethru atau menggunakan ojol, dengan permintaan yang pasti tinggi  itu membuat ia menahan keinginannya merasakan momen euphoria menjadi army yang merasakan sensasi BTS meal di awal peluncuran.Â
Mungkin buat kalian apa sih?. Tapi tentu sangat berbeda jika dirasakan oleh penggemar.Â
Ia tidak tega jika harus menggunakan jasa ojol, karena dipastikan akan antre panjang.Â
Saya yang iseng membuka aplikasi McDelivery tepat pada pukul sebelas ternyata berkesempatan memesan via aplikasi ini.Â
Karena providernya adalah McD sendiri, kami berasumsi tentu armada jauh lebih siap daripada ojol.Â
Ternyata 8 menit kemudian baru kami dapat memesan dengan transaksi non tunai melalui gopay.Â
Pemberitahuan via email pun saya dapatkan. Perkiraan pengantaran pukul 12.40 WIB. Tidak menjadi masalah buat kami.Â
Biasanya, akan ada telepon dari gerai terdekat untuk mengkonfirmasi pengiriman. Tapi hingga pukul 12.40 sama sekali tidak ada konfirmasi.Â
Saya berpositif thinking saja, boleh jadi karena terlalu sibuk. Hingga waktunya pulang belum juga ada konfirmasi.Â
Saya sengaja menunggu di seputaran kampus tempat saya bekerja karena saya bingung mau konfirmasi kemana. Trace di aplikasi juga susah, karena queue.Â
Saya pulang ke rumah setelah magrib. Saya pikir akan konfirmasi ke gerai saja langsung sembari saya pergi ke kampus.Â
Saya iseng membuka instastory anggota kompal yang sudah sengaja pesan besok di aplikasi malah dihubungi oleh pihak McD dan diantar malam ini.Â
Sedangkan saya yang memesan dari pukul 11 siang sama sekali tidak ada konfirmasi dari McD.Â
Saya coba inbox instagram dan mencuit menanyakan hal ini. Tentu saja tidak ada respons.Â
Sempat penasaran apakah hal semacam ini bisa jadi test case untuk sengketa konsumen. He.. He...
Hingga Ainun menyarankan menanyakan langsung via WA gerai terdekat dengan lokasi pengiriman.Â
Saya coba, 75 menit direspons dengan baik. Membludaknya permintaan ternyata membuat sistem error. Pihak McD menyatakan akan segera mengirim yang tentu saja saya tolak. Pertama sudah larut kedua alamat pengiriman adalah alamat kantor dan ketiga niat saya beli untuk menyenangkan rekan saya agar ia mendapatkan momen yang sudah ditunggunya berminggu-minggu ini.Â
Jujur saja, kebanyakan pembeli BTS meal ini tidak peduli dengan inovasi menunya. Hanya peduli pada logo yang terjamin originalitasnya dan tentu saja momennya.Â
Pihak McD berjanji akan mengirimkan besok pada pukul 11.00 WIB ke kantor.Â
Tentu saja momen bahagia itu sudah sangat jauh berkurang dibandingkan jika teman saya mendapatkan menu ini saat jam makan siang tadi. Bukan besok.Â
Terlebih saya agak kurang nyaman dengan jawaban terakhir ketika saya memastikan apakah sudah dikirim atau belum.Â
"Kita juga tidak bisa tracking nya bum karena orderan MDS kita banyak sekali. Kalau memang ibunya merasa belum menerima akan kami kirimkan besok jam 11 ya Bu".
Baiklah, kita tunggu saja apakah MDS menepati janjinya. Meski tentu saja tidak akan seindah yang diharapkan,karena telah kehilangan momen. Pengiriman besok hanya sekadar saya ogah rugi kehilangan duit saja. Menu ini sudah tidak seistimewa hari ini.Â
Selamat pagi, tetap bahagia.Â
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI