Mohon tunggu...
Zaenal Arifin
Zaenal Arifin Mohon Tunggu... Jurnalis - Menyajikan kebutuhan masyarakat

Hanya seorang anak petani yang mempunyai dua saudara, yang bercita-cita ingin membanggakan kedua orang.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Jangan Permasalahkan Perbedaan Dunia

31 Juli 2020   13:23 Diperbarui: 31 Juli 2020   13:19 100
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
bengkuluinteraktif.com

Semua keragaman, perbedaan yang ditetapkan kepada dunia dan termasuk kita yang ada di dalamnya, itu mutlak kehendak Allah SWT (sunnatuLlah). Maka hormati dan hargai perbedaan karena keindahan sang Pencipta ada pada keanekaragaman tersebut.

Mari kita yakini bahwa kemajemukan manusia, termasuk dalam hal iman, paham, dan agama, itu adalah keragaman (sunnatuLlah) yang mutlak. Tiada kepantasan bagi kita untuk tidak mematuhi sunnatuLlah tersebut.

Apakah anda pernah bertanya: "kenapa Allah SWT tidak menjadikan semua manusia beriman tanpa terkecuali, dan mejadikan manusia satu umat yang seragam?,,, Padahal Allah  dzat yang maha kuasa, tetapi Tuhan memilih tak menterjadikan itu dengan memberikan kebebasan kepada manusia untuk milih beriman atau kufur kepadaNya."

Coba kita perhatikan deretan ayat ini dengan teliti dan rasakan dengan hati.

Surat Hut ayat 118 yang artinya "jika Tuhanmu menghedaki, niscaya Allah SWT akan sangat bisa menjadikan manusia satu umat..."

Surat Yunus ayat 99 yang artinya "dan jika Allah SWT menghendaki, maka sungguh akan beriman semua yang ada di bumi ini. Apakah kamu hendak memaksa manusia hingga mereka semua mejadi beriman?"

Sudah jelaskah dengan memahami ayat tersebut, Allah SWT lah yang menghendaki kehidupan dunia ini berjalan dengan keragaman dan kemajemukannya.

Jadi segala kehendak Allah SWT yang diberikan kepada kita pada hakikatnya adalah berkat karunia dan rahmat-rahmatNya yang tak terbatas.

Coba kita renungkan, bahwa kemajemukan hidup ini adalah mutlak ketetapan yang telah dikehendakiNya. Hikmahnya adalah untuk menguji kita, siapa yang paling kokoh menggenggam tali Allah SWT dan RasulNya dan siapakah yang paling baik amal perbuatannya.

Wallahu a'lam bish shawab.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun