**Pentingnya Keluarga**
Keluarga sebagai unit dasar masyarakat sangat dihargai dalam kedua filosofi. Marhaenisme mengakui peran penting keluarga dalam membentuk karakter dan nilai-nilai individu. Dalam masyarakat marhaenis, keluarga adalah tempat pertama di mana nilai-nilai keadilan sosial, kerja keras, dan solidaritas diajarkan dan dipraktikkan.Â
Namun, marhaenisme juga mendorong agar nilai-nilai tersebut diperluas dari tingkat keluarga ke tingkat masyarakat dan negara, memastikan bahwa prinsip-prinsip keadilan sosial diterapkan secara luas dan tidak terbatas pada unit keluarga saja.
**Kesimpulan**
Nilai-nilai Asia dan marhaenisme, meskipun berasal dari konteks dan latar belakang yang berbeda, memiliki banyak kesamaan dalam hal penekanan pada kolektivisme, keadilan sosial, dan tanggung jawab individu terhadap masyarakat. Namun, ada juga perbedaan penting, terutama dalam hal penghormatan terhadap otoritas dan bagaimana hal ini dapat mengarah pada otoritarianisme yang bertentangan dengan semangat marhaenisme.
Dalam lensa marhaenisme, nilai-nilai Asia dapat dipandang sebagai alat yang berguna untuk mempromosikan keadilan sosial dan kesejahteraan bersama, selama nilai-nilai tersebut tidak digunakan untuk membenarkan penindasan atau pengekangan hak-hak individu. Dengan demikian, integrasi nilai-nilai Asia ke dalam marhaenisme memerlukan pemahaman kritis dan keseimbangan yang tepat antara hak dan tanggung jawab, antara penghormatan terhadap otoritas dan kebebasan individu.
Melalui pendekatan ini, kita dapat mengembangkan sebuah sistem sosial-politik yang adil dan manusiawi, yang menghargai nilai-nilai tradisional namun tetap berkomitmen pada prinsip-prinsip demokrasi dan keadilan sosial yang mendasar.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H