Mohon tunggu...
Dina Andriany
Dina Andriany Mohon Tunggu... Freelancer - Blogger

Menulis Untuk Mengingat ♡ www.kamelawar.com

Selanjutnya

Tutup

Healthy

Kenapa 4 Sehat 5 Sempurna Diganti? Inilah Alasannya!

23 Oktober 2024   17:21 Diperbarui: 23 Oktober 2024   17:26 62
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Kamu pasti ingat dong slogan legendaris "4 Sehat 5 Sempurna"? Slogan yang menemani masa kecil kita ini dulu jadi pedoman makan sehat di Indonesia. Slogan "4 Sehat 5 Sempurna" diperkenalkan tahun 1950-an oleh Prof. Poerwo Soedarmo, Bapak Gizi Indonesia. Slogan ini mudah diingat dan dipahami, sehingga membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya makan sehat.

Tapi tau gak sih, sejak tahun 1990-an, pedoman tersebut sebenarnya udah ga berlaku lagi. Sebenarnya, pedoman makan "4 Sehat 5 Sempurna" adalah adaptasi dari pedoman makan "Basic Four" yang digunakan di Amerika Serikat.

Namun, pada tahun 1992, Badan Pangan Dunia (FAO) di konferensi pangan sedunia di Roma dan Genewa memutuskan untuk memperbarui panduan ini menjadi "Nutrition Guide for Balance Diet". Di Indonesia, panduan ini diterjemahkan menjadi Pedoman Gizi Seimbang (PGS). Jadi, 4 Sehat Lima Sempurna udah diganti sama Pedoman Gizi Seimbang (PGS).

Nah, karena kurang disosialisasikan, banyak orang yang masih terbiasa dengan "4 Sehat 5 Sempurna". Sekarang . Yuk, kita bahas kenapa 4 Sehat 5 Sempurna diganti, kapan perubahan ini terjadi, dan apa perbedaannya dengan Gizi Seimbang. Biar makin paham, simak terus ya!

Emang Kapan Sih 4 Sehat 5 Sempurna Diganti?

Tahun 2014, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia akhirnya mengeluarkan Pedoman Gizi Seimbang (PGS) sebagai pengganti "4 Sehat 5 Sempurna". PGS dianggap lebih komprehensif dan sesuai dengan kebutuhan gizi manusia di era modern.

Terus, Apa Sih Bedanya 4 Sehat 5 Sempurna dengan PGS?

Bayangin aja, "4 Sehat 5 Sempurna" bagaikan peta sederhana untuk menjelajahi hutan lebat. Peta ini menunjukkan arah yang benar, tapi gak cukup detail untuk menjelajahi seluruh hutan. Nah, PGS ibarat peta digital canggih yang dilengkapi GPS. Peta ini gak hanya menunjukkan arah, tapi juga informasi detail tentang medan, cuaca, dan bahkan tempat menarik di hutan!

Contoh nyatanya, anak-anak dan lansia punya kebutuhan gizi yang berbeda dengan orang dewasa. Nah, "Pedoman Gizi Seimbang" (PGS) lebih personalized, soalnya ngasih panduan sesuai usia, jenis kelamin, tingkat aktivitas, dan kondisi kesehatan.

Berikut beberapa perbedaan utama antara "4 Sehat 5 Sempurna" dan PGS:

  • Lebih Lengkap: PGS gak hanya fokus pada jenis makanan, tapi juga jumlah, frekuensi konsumsi, dan aspek lain seperti aktivitas fisik dan istirahat.
  • Lebih Personalized: PGS mempertimbangkan kebutuhan gizi individu berdasarkan usia, jenis kelamin, tingkat aktivitas, dan kondisi kesehatan.
  • Mengatasi Permasalahan Gizi Modern: PGS dirancang untuk mengatasi permasalahan gizi modern seperti obesitas, diabetes, dan penyakit jantung.

Kesimpulannya, Ganti "4 Sehat 5 Sempurna" dengan PGS bagaikan upgrade smartphone lama ke yang terbaru. PGS lebih canggih, lengkap, dan sesuai dengan kebutuhan zaman.

So, tunggu apa lagi? Yuk, mulai terapkan PGS dalam kehidupan sehari-hari untuk hidup lebih sehat dan bahagia!

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun