Seperti pada zaman Kerajaan Banjar, saat konfrontasi dengan penjajah Belanda, sampai pada zaman kemerdekaan yang kesemuanya mempunyai sebab yang berbeda-beda.Â
Ada yang madam untuk menyelamatkan diri dari penangkapan dan pembantaian penjajah, belajar (agama) bahkan ada juga yang berawal dari kedinasan.
Motif utama Urang Banjar memilih untuk madam pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan maksud dan tujuan orang merantau lainnya, yaitu menggapai kehidupan yang lebih baik, khususnya di bidang ekonomi, sosial, politik dan juga pendidikan.
Memang, tidak semua Urang Banjar yang madam berhasil membangun kehidupan yang lebih baik dibanding saat masih di Banjar, tapi setidaknya mereka telah berhasil untuk move on, keluar dari kamuflase zona nyaman masing-masing untuk berusaha mendapatkan harapan hidup baru.
Baca Juga:Â "Bebek Hungang" dan Uniknya Stratifikasi Level Kebodohan pada Bahasa Banjar
Satu hal menarik yang menjadi ciri khas Urang Banjar di perantauan adalah keteguhannya memelihara tradisi adat istiadatnya. Selain umumnya masih menjadikan bahasa Banjar sebagai bahasa ibu.Â
Umumnya mereka secara komunal juga masih memelihara tata daur hidup tradisi orang Banjar pada umumnya, meskipun tidak sesempurna aslinya, bahkan banyak diantaranya yang telah dimodifikasi agar tetap bisa eksis di lingkungan yang baru, di tanah rantau.Â
Tidak heran jika berkesempatan untuk berkunjung ke kampung Urang Banjar di negeri perantauan, umumnya tetap serasa berada di kampung sendiri di banua.
Komunitas Urang Banjar di Dunia
Selain temuan koloni Urang Banjar yang menjadi cikal bakal penduduk Komoro dan Madagaskar di benua Afrika, diaspora Urang Banjar yang telah tulak madam (berangkat merantau;bhs Banjar) sejak ribuan tahun silam sampai saat ini masih bisa ditemukan jejaknya di beberapa negara dan daerah di wilayah nusantara.
Selain di jazirah Arab, khususnya di Arab Saudi, koloni keturunan Urang Banjar terbesar yang telah lama menetap dan beranak pinak di negeri perantauan ada di semenanjung Malaya atau sekarang kita kenal sebagai Malaysia Barat, juga di wilayah Malaysia Timur (Sabah dan Sarawak) dan Brunai Darusalam.
Beri Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!