Dari kebon kelapa yang tidak seberapa luas ini, saya mencoba membidik si bongsor dari angle yang berbeda. Setelah puas, saya langsung ngeloyor menuju kedai es kelapa yang lokasi tidak jauh dari kebun kelapa itu di dekat pintu masuk ke komplek mercusuar. Karena cuaca cerah dan terang benderang, sinar mentari setengah siang ini juga mulai terasa panas.Â
Tapi rasa panas menyengat itu segera terobati dengan sebiji kelapa muda yang telah di lubangi bagian atasnya. Sluuuuurp! Ah.....segernya air kelapa muda ini hmmmmm! Ada yang mau?Â
Beberapa saat menikmati es kelapa langsung dari buahnya dan semangkuk bakso ikan berkuah suedaaaap di tempat ini kok tiba-tiba rasa kantuk hebat menyerang. Untungnya, teman-teman yang snorkling segera tiba dan bergabung dengan kami untuk segera mengeksplor kompleks mercusuar yang didalamnya juga terdapat project penangkaran penyu mini.
Sayang seribu sayang, saat itu rombongan kami tidak diijinkan untuk naik ke puncak mercusuar dengan alasan sedang ada perbaikan. Mau tidak mau kami harus memaklumi dan mematuhi larangan dari pihak pengelola mercusuar, meskipun menimati view dari puncak mercusuar sebenarnya menjadi alasan terbesar perjalanan kami ke Pulau Lengkuas!
Ya sudahlah! Akhirnya kami hanya bisa mengabadikan mercusuar berikut ragam pernak-perniknya yang bersejarah itu dari berbagai sudut angle yang tentunya sangat menarik.
Setelah puas mengeksplor komplek mercusuar, di pintu keluar (yang sebenarnya juga pintu masuk...he...he...he...) di samping sebelah kanan di tempat yang terlindung di bawah papan keterangan fisik dari mercusuar, disini kami mendapatkan petak-petak pasir yang berfungsi sebagai tempat penetasan penyu.
Sayangnya, karena tidak ada petugas yang menjaga atau setidaknya papan pemberitahuan perihal seluk beluk penangkaran penyu yang ada di lokasi Pulau Lengkuas ini, alhasil kami tidak mendapatkan informasi apapun terkait penyu yang di tangkarkan di Pulau ini.Â