Eksotika budaya suku Dayak di Pulau Kalimantan telah tersohor ke seantero dunia. Semua aspek kehidupan masyarakat Dayak yang terbagi dalam ratusan sub-suku  dan tersebar hampir di seluruh bumi Borneo, sepertinya tidak akan pernah habis untuk menghadirkan pesona bagi siapapun yang pernah menyapa dan bersua dengannya.
Salah satu sub-suku Dayak yang terkenal mempunyai pesona budaya "fenomenal" adalah Sub Suku Dayak Kayan yang mendiami kawasan Desa Miau Baru, Kecamatan Kung Beang atau sekarang lebih dikenal masyarakat dengan nama Kecamatan Kong Beng, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Seperti halnya Sub Suku Dayak Kayan lainnya di Kalimantan Timur, Mereka dikenal dengan seni ukirannya yang unik, eksotis, khas dan full colour.
Baca Juga :Â Asyiknya Menyusuri Rawa-rawa dan Memanen Ikan Segar di Banjarmasin
Suku Dayak Kayan yang tinggal di Desa Miau Baru merupakan suku Dayak dari rumpun Kenyah-Kayan-Bahau yang aslinya berasal dari Sarawak, Kalimantan Utara (Sekarang masuk wilayah Malaysia).Â
Menurut sejarah, pertama kali memasuki wilayah Kalimantan Timur mereka menetap di daerah Apau Kayan di DAS Kayan sekitar 3 abad atau sekitar 300 tahun lamanya.
Sekitar akhir tahun  60-an, mereka akhirnya menemukan daerah yang menurut mereka sangat cocok yaitu di daerah aliran sungai Wahau yang saat itu masuk wilayah kekuasaan Suku Dayak Wehea di Kabupaten Kutai Timur dan populasi terbanyak ada di Desa Miau Baru. Pada tahun 1997 Desa Miau Baru diresmikan sebagai desa definitif.
Baca Juga :Â [Wisata Banua] Menemukan "Pasar Terapung Lok Baintan" dari Jalur Darat
Secara fisik, daya tarik utama dari Desa Miau Baru adalah keberadaan Balai Adat atau Lamin Adat Lakeq Bilung Jau yang menjadi pusat dari aktifitas sosial dan spiritual masyarakat setempat. Kalau ingin mendapatkan cerita dan berita update terkait travelling, follow saja akun media sosial Pegipegi berikut, FB : @Pegipegi, IG : @pegi_pegi, Twitter : @pegi_pegi dijamin nggak bakalan kuper dah! Akan banyak promo tiket pesawat, kereta api juga hotel yang menunggumu!