Menciptakan Merdeka Belajar membutuhkan sekolah yang memiliki kondisi lingkungan pendidikan yang kondusif. Murid merasa aman, nyaman, dihargai, dan diterima. Selama seseorang merasakan tekanan-tekanan dari lingkungannya, maka proses pembelajaran akan sulit terjadi. Pengembangan potensi murid menjadi optimal sesuai kodratnya. Budaya positif merupakan tingkah laku warga sekolah yang menunjukkan nilai-nilai dan  keyakinan universal yang bersumber dari murid untuk menjadikan berkarakter sesuai dengan profil pelajar pancasila. Pendidik harus dapat menciptakan suasana positif di lingkungan sekolah dengan mengajak murid untuk menyepakati keyakinan kelas bersama dan mengetahui kebutuhan dasar murid dan memposisikan kontrol diri sebagai seorang manager.Â
Aksi nyata budaya positif CGP8 48A Bondowoso melaksanakan diseminasi di SMP Negeri 2 Maesan. Kegiatan ini dimulai pada pukul 10.00 sampai selesai. Kami mengundang seluruh pendidik, tenaga pendidik, dan mahasiswa PPL universitas Jember sebanyak 50 orang. Kami mengemas kegiatan ini semenarik mungkin meliputi materi, ice breaking, drama, dan tanya jawab. Materi yang disampaikan adalah pemahaman terhadap konsep-konsep kunci dalam Modul Budaya Positif, yaitu perubahan paradigma belajar, disiplin positif, motivasi perilaku manusia, kebutuhan dasar, posisi kontrol restitusi, keyakinan kelas dan segitiga restitusi. Selanjutnya menceritakan pengalaman dan pembelajaran setelah menerapkan konsep-konsep kunci tersebut, baik di kelas dan/atau rumah dan masyarakat.Â
Kegiatan aksi nyata tersebut disambut baik oleh ibu kepala SMP Negeri 2 Maesan, beliau sangat bersemangat dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Kemudian dilanjutkan oleh sambutan perwakilan CGP 48A Bondowoso yaitu Bapak Samlandianto dari SMP Negeri 1 Tamanan. Kegiatan desimanasi aksi nyata budaya positif, diawali oleh Ibu Deby dengan materi perubahan paradigma belajar, kemudian dilanjutkan Ibu Agusti dengan materi disiplin positif, Bapak Samlandianto dengan materi motivasi perilaku manusia, Ibu Pipin dengan materi kebutuhan dasar dan posisi kontrol restitusi, serta diakhiri oleh Ibu Diana dengan materi keyakinan kelas dan segitiga restitusi. Ada teman CGP 48A yang memberikan dukungan yaitu Bapak Lely Tri Yuswanto dan Ibu Luluk. Alhamdulilah semua tersampaikan dan kegiatan ini semoga membawa perubahan baru di sekolah tersebut.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H