[caption caption="Aksi Panggung Jebe and Petty feat Fatin "][/caption]
Strategi Rossa untuk menduetkan anak asuhnya dari kategori Group Jebe and Petty dengan anak asuhnya dari season pertama X Factor Indonesia pertama 2013 Fatin Shidqia Lubis brilian. Koloborasi ini yang paling ditunggu oleh fatinistik (saya yakin sebagian besar dari mereka nongkrong di depan televisi dan ada yang menonton langsung). Rossa benar-benar serius menggarap koloborasi mereka, Fatin tetap dibiarkan dengan gayanya, serta Jebe and Petty dibiarkan nge-rap membawakan single Fatin yang terbaru.
Koloborasi mereka benar-benar senada dan bagian yang luar biasa pada reff : Sikapmu dumdidumdidumdidumdi ey/ Dumdidumdidumdidumdi eyey Sudah sudahlah sungguh ku gerah/ Memang kau dumdidumdidumdidumdi ey/ Dumdidumdidumdidumdi eyey/ Sudah sudahlah pergi pergilah/Get out oo../Get out oo..Get out oo../ Sudah sudahlah. Rossa benar-benar jeli memilih lagu ini dan memng Jebe and Petty dengan Fatin bisa saling mengisi : sama-sama muda sebaya, fresh, energik, fun dan eskpresi wajah mereka begitu ceria dan koreografinya tidak berlebihan.
Saya kira Rossa serius melatih ketiganya dalam koloborasi ini, karena prononcation dua cewek indo ini lebih bagus ketika ia menyanyikan lagu berbahasa Indonesia sebelumnya. Fatin tampak lebih matang, tetapi attitude-nya yang rendah hati dan polos tetap dipertahankan : dalam pertunjukan 4 September ini sepatunya ketinggalan mengundang geli. Rossa juga sadar bahwa fatinistik militan dan jumlah follower di Twitter sampai dua juta itu dan sebagian dari mereka berpotensi menambah vote untuk Jebe and Petty. Selain itu kelebihan Rossa ialah punya sifat human interest begitu tinggi pada anak asuhnya, kalau sakit ditengok dan ketika Fatin dulu drop mentalnya ia merangkul.
Apa kira-kira Strategi Ahmad Dhani pada Desy Natalia?
Strategi Rossa ini tidak dimiliki juri mentor lain. Saya masih mencoba mencerna apa yang ada di benak Ahmad Dhani pada Gala Show Grand Final 4 September dengan menduetkan Desy dengan Mulan Jameela. Memang secara pertunjukannya duetnya bagus bak sebuah konser internasional, "suara" negro Whitney Houston-nya Desy berpadu dengan Mulan lewat lagu “Karena Ku Pacarmu”. Again opeingnya sudah begitu berwibawa: Aku cinta kepada kamu/Melebihi cintamu kepadamu/ Aku rindu kepada kamu. Bagian reff Desy menunjukkan improve-nya yang kalau chord-nya meleset sedikit bisa merusak lagu (saya sependapat dengan Beby Romeo).
Dhani tampaknya menyuruh Desy menyanyi lagu yang disukai dirinya dan bukan lagu yang disukai dan diterima oleh masyarakat banyak (apa yang disebutnya “intelektual”). Pada mulanya hingga Gala Show 21 Agustus 2015, Desy mampu mengikutinya terutama dia menyanyikan lagu-lagu dari Queen. Penampian Desy sebetulnya sudah sampai puncaknya ketika ia menyanyikan “Bohemian Rhapsody” pada Gala Sow 28 Agustus. Tetapi beberapa lagu pada dua pertunjukkan terakhir dia salah lirik, tetapi Desy menutupinya, misalnya pada “Single Ladies” pada petunjukkan 4 September lalu. Tentu saja Rossa dan Afgan bisa tahu kesalahan Desy.
Saya kemudian mencoba positive thinking, strategi Dhani pada Desy mungkin sebangun dengan strateginya terhadap Virzha. Memang tujuannya tidak memenangkan X Factor Indonesia 2015, karena Dhani bisa jadi sudah hitung Desy dari kategori overage punya penggemar terbatas. Walau pun penyanyi berkualitas tetapi karena pemenang ditentukan SMS, ceritanya bisa lain. Itu artinya Desy memang bisa menjadi diva masa depan, seperti halnya Virzha meningkat kemampuannya karena suaranya unik justru setelah tidak berhasil memenangkan Indonesian Idol. Catatan sejarah Ahmad Dhani sampai saat ini berhasil dengan nalurinya. Mungkin sja Dhani sudah menyiapkan rekaman buat Desy.
Semua penonton juga Desy Natalia terhenti di tiga besar, tetapi bukan berarti karirnya di blantika musik Indonesia ke depan tidak bersinar. Misalnya sejarah mencatat Yunita Rachman atau Yura, bukan finalis Voice Indonesia dari Indosiar, tetapi karirnya melejit karena mentornya Glenn Fredly pandai membimbingnya dan tahu ada mutiara yang bisa bersinar.
Bagaimana dengan Afgan? Tampaknya dia belajar dari kesalahan dulu yang sok tahu. Lagu yang dipilikannya untuk Clarissa Dewi “Fighter” dari Christina Aquilera dan lagu diduetkan dengan Judika “Aku Yang Tersakiti” cerdas. Stage act Clarisa ketika menyanyikan “Fighter” meningkat pesat dan dia mampu menghilangkan medoknya. Ketika duet dengan Judika juga mampu diimbangi dan yang paling saya suka ialah menyanyikan lagu kemenangannya.
Kira-kira siapa pemenang X Factor Indonesia 2015 ketika hitung-hitungan SMS dan vote pemirsa masih menjadi indikator dan membuat kualitas penyanyi menjadi relatif? Kalau melihat pertunjukkan sebelumnya Jebe and Petty selalu mulus, walau bukan favorit saya, tetapi besar kemungkinan memang mereka pemenangnya. Tepatnya kembali milik Rossa.
Irvan Sjafari
Foto:
Jebe and Petty dan Fatin (Kredit foto: Celebrity okezone)
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI