Pagi ini saya dan teman-teman ada urusan bisnis ke Cirebon. Kami berangkat Subuh dari Bandung dengan kendaraan pribadi. Tentu saja tak sempat sarapan karena mengejar agar bisa tepat waktu sampai tujuan.
Alhamdulillah perjalanan menuju Cirebon cukup lancar. Kami lewat jalur lama, tidak melalui jalan tol. Sekitar pukul 07.30 WIB sudah masuk wilayah Kabupaten Cirebon.
Perut saya mulai bergetar pertanda harus ada asupan gizi di dalamnya. Saya pun menyarankan ke teman-teman semobil agar kami cari makanan dulu.Â
Kami pun mampir di sebuah rumah makan sederhana di pinggir jalan. Semua penumpang turun dan segera mengambil posisi duduk di bangku panjang yang terbuat dari kayu.
Seorang ibu muda yang berdagang makanan menyambut kami dengan ramah. Ia mempersilakan kami memesan makanan yang kami inginkan.
"Nasinya satu atau dua?" Ucapnya sambil mengambil piring dan sebungkus nasi yang dibungkus daun jati.
"Satu saja," jawab saya singkat.
Selanjutnya kami diminta untuk mengambil sendiri pasangan nasi yang sudah banyak tergelar di sana. Ada ikan asin, daging sapi, tempe, sate telur puyuh, dan lain-lainnya.
Saya sarapan nasi dengan ditemani sayur hati ayam dan dua tusuk sate telur puyuh. Tentu saja sekalian dengan sambal sebagai penyemangat.