"Baru kali ini ngobrol makan siang lebih bermanfaat. Biasanya hanya tanya-tanya kabar dan kerjaan," Andri menyela diiringi tawa kecil.
Blogger asal Cikeas, Bogor, Jawa Barat ini mengaku bahwa ada perbedaan yang terlihat jelas antara Danone Blogger Academy (DBA) 2018 dengan kegiatan yang selama ini diikutinya. Pasalnya, di jam makan siang tersebut pembicaraan hanya berkutat pada stunting dan gizi buruk.
Sesuatu yang sangat Indonesia bukan?
Di hari pertama kelas, kolaborasi Danone dan Kompasiana ini menohok 20 peserta DBA 2018 dengan fakta-fakta miris situasi gizi Indonesia terkini yang dibawakan langsung oleh Direktur Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Doddy Izwardi.
Seperti gatal yang jika tak digaruk akan menimbulkan rasa tak nyaman, apa yang saya dapatkan di #DBA2018 ini membuat saya merasa berdosa jika tidak merunutkan 7 alasan kenapa DBA harus ada lagi tahun depan dan saya harap kamu bisa ikut. Nah, berikut di antaranya:
1. Tema yang Kekinian
Situasi ini bukan hanya mengenai diri kita sendiri, tapi juga terkait erat dengan negara sebagai sebuah kesatuan di mana kita tinggal dan hidup di dalamnya.
Tema ini kemudian disajikan ke dalam berbagai sudut pandang, baik dari praktisi maupun akademisi. Tak hanya itu, DBA juga memberikan langkah-langkah mengolah dan mengemas isu kesehatan ini ke berbagai platform digital.
2. Pemateri yang Kompeten
Mereka yang sehari-hari bersentuhan langsung dengan para pengidap gangguan kesehatan pun hadir untuk berbagi. Beberapa di antaranya dr. Klara Yuliarti, SpA (K) spesialis anak dan dr. Diana Sunardi, Sp.GK spesialis gizi dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).
 Nah, gelar-gelar spesialis ini tentu sudah tidak diragukan lagi kompetensinya, kan?
3. Makanan dan Minuman Gratis
Tentu saja, ada beragam snack-snack yang bisa kamu cicipi. Tapi, oh, maaf. Alasan ini seharusnya ada di daftar lain. Saya butuh Aqua!Â
4. Pemateri Berlatarbelakang Akademisi
Keduanya memaparkan beragam penelitian terkait air dan makanan yang dikonsumsi sehari-hari sebagai sumber nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Bukti-bukti ilmiah yang mencegangkan pun disajikan. Hasilnya, peserta DBA berulangkali geleng-geleng kepala.
5. Pemateri yang juga Praktisi
Pertanyaan ini kemudian terjawab di dalam kelas.
Kamu dan saya tentu paham betul kalau bahasan kesehatan itu berat, seperti rindu. Untuk menyajikan isu ini, maka DBA 2018 menghadirkan pelaku industri digital seperti Meizal Rossi, Youtuber, Jonathan End seorang social media influencer, dan Arbain Rambey, fotografer senior Harian Kompas.
Oiya, satu lagi. Masih ingat rangkaian buku best seller Pak Beye dan Istananya?
Penulisnya, Wisnu Nugroho hadir memberikan panduan menulis dengan gaya bertutur atau akrab kita sebut storytelling. Pemaparannya mulai dari proses kreatif, langkah pembuatan, serta taktik penyajian konten di dunia maya disajikan secara gamblang.
"Banyak yang jago nulis, tapi kurang di konten. Begitupun sebaliknya. Inilah alasan kenapa Danone Blogger Academy diadakan," Arif Mujahidin, Coomunications Director Danone Indonesia.
Oiya, kamu bisa menonton video satu menit yang saya bikin di bawahÂ
6. Panduan agar Tidak Terjebak Hoaks
Begitu kira-kira pertanyaan dan pernyataan yang muncul ketika Rosarita Niken Widiastuti dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) hadir di kelas.
Tahukah kamu bahwa salah satu hoaks terbanyak adalah info kesehatan?
Nah, agar peserta DBA mampu memberikan informasi yang benar ke masyarakat di dunia maya, diberikanlah panduan langsung oleh Kemkominfo.
7. Praktik dan Penilaian Langsung
Faktanya, setiap kelas akan berakhir, para peserta ditugaskan untuk mempraktikkan materi terakhir yang diberikan. Sebagai contoh, di akhir sesi Wisnu Nugroho, kami diberikan waktu selama satu jam untuk praktik menulis dengan membuat sebuah judul, lead, serta dua paragraf.
Setelahnya, tulisan tersebut akan ditayangkan di layar untuk dikomentari satu per satu oleh editor-in-chief Kompas.com ini. Bermanfaat bukan?
Itulah beberapa alasan kenapa Danone Blogger Academy ini penting dan harus ada lagi tahun depan. Jika kamu merasa tidak mampu menulis, tidak ada salahnya untuk membagikan tulisan ini di media sosialmu. Bisa saja ada temanmu yang tertarik untuk ikut tahun depan. Bagaimana?
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H