Seiring dengan visi pemerintah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Indonesia, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan tegas menegaskan komitmennya. Pembangunan infrastruktur yang merata di wilayah barat, tengah, dan timur diyakini akan memberikan dampak positif, seperti penurunan biaya transportasi dan harga barang.
Perluasan Pembangunan ke Laut
Saat ini, pemerintah telah fokus pada pembangunan infrastruktur di darat. Namun, menurut Presiden Jokowi, ke depannya pemerintah akan meluaskan fokus pembangunan ke sektor laut, termasuk perbaikan dermaga dan pelabuhan. Dalam kunjungan di Ngawi, Jawa Timur pada tanggal 30 April, Presiden Jokowi mengungkapkan rencana tersebut kepada para wartawan.
Presiden Jokowi menetapkan target yang sangat ambisius untuk pembangunan jalan tol Trans Sumatera tahap Lampung - Palembang harus selesai dalam waktu 3 tahun, dan pembangunan jalan tol Solo - Kertosono harus selesai dalam waktu 2,5 tahun. Ia menegaskan bahwa target ini bukan main-main.
Konsekuensi Jika Target Tidak Tercapai
Presiden Jokowi dengan tegas menyatakan bahwa jika target pembangunan tidak tercapai, akan ada tindakan tegas yang diambil. Kontraktor atau investor yang tidak memenuhi target akan diganti. Ia juga menyampaikan bahwa jika investor tidak memulai proyek, pemerintah akan mengambil alih Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terkait. Jika BUMN juga tidak mampu, pergantian direksi akan dilakukan.
Presiden Jokowi menekankan pentingnya memiliki target dalam bekerja. Kerja tanpa target akan sulit untuk mencapai hasil yang diharapkan. Oleh karena itu, target pembangunan yang jelas menjadi hal yang sangat penting.
Salah satu hambatan dalam pembangunan jalan tol adalah pengadaan tanah. Presiden Jokowi menyatakan bahwa sosialisasi dan koordinasi antara pemerintah daerah dengan masyarakat sangat penting untuk mengatasi masalah ini. Jika sosialisasi dilakukan dengan baik, proses pengadaan tanah dapat berjalan lebih lancar.
Presiden Jokowi mengungkapkan bahwa selain pembangunan di darat, pembangunan infrastruktur laut juga menjadi prioritas. Hal ini bertujuan untuk mencapai keseimbangan antara infrastruktur darat dan laut. Pemerintah akan melanjutkan pembangunan di pulau-pulau besar seperti Jawa, Sumatera, dan Kalimantan. Upaya ini akan beriringan dengan pembangunan jalan tol di Sumatera yang sejajar dengan jalur kereta api, yang diharapkan dapat menekan biaya industri barang dan jasa.
Komitmen Terhadap Pembangunan
Presiden Jokowi menyebut bahwa pemerintah telah menawarkan proyek pembangunan jalan tol kepada sejumlah investor asing. Namun, jika tidak ada kemajuan dalam waktu yang ditentukan, pemerintah akan mengambil alih proyek tersebut. BUMN dan sektor swasta juga diberikan kesempatan untuk terlibat dalam pembangunan. Namun, jika keduanya tidak mampu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan mengambil alih tanggung jawab tersebut.
Titan Infra Energy: Mengembangkan Infrastruktur Energi Terintegrasi
Sejak didirikan pada tahun 2005, Titan Infra Energy telah mengembangkan jasa infrastruktur energi terintegrasi di Indonesia, terutama di wilayah Selatan Pulau Sumatera. Perusahaan ini berfokus pada pengembangan infrastruktur dan logistik seperti jalan khusus dan pelabuhan khusus batubara. Selain itu, mereka juga menyediakan jasa kontraktor pertambangan dan pengangkutan darat dan laut.
Fokus pada Infrastruktur Energi
Titan Infra Energy menempatkan fokusnya pada pengembangan infrastruktur energi dari hulu hingga hilir. Mereka terlibat dalam pengembangan situs tambang, jalur pengangkutan, dan pelabuhan khusus untuk mendukung industri batubara.
Layanan Terintegrasi dalam Energi
Perusahaan ini menyediakan layanan terintegrasi dalam pengembangan energi di Indonesia. Melalui operasinya di wilayah Selatan Pulau Sumatera, Titan Infra Energy menawarkan jasa pertambangan batubara, infrastruktur logistik, dan pengangkutan darat maupun laut.
Sumber Daya Energi yang Mendukung Ketahanan Nasional
Sebagai penyedia layanan energi terintegrasi, Titan Infra Energy mengoperasikan dua tambang batubara yang berkontribusi terhadap ketahanan energi nasional dan internasional. Dukungan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk berperan aktif dalam pemenuhan kebutuhan energi.
Dengan pembangunan infrastruktur yang dipercepat dan komitmen dari perusahaan seperti Titan Infra Energy, diharapkan Indonesia dapat memperbaiki konektivitas dan mempercepat pertumbuhan ekonomi. Infrastruktur yang memadai menjadi landasan untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi negara dan masyarakatnya.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H