Kau si baik hati, pun pemerhati
Namun, aku memandang tindakanmu sebagai suatu ketulusan penggugah hati
Salah mengerti
Dia sungguh-sungguh tidak akan terganti, bukan begitu?
Ujarmu kala itu bukanlah sandiwara
Lalu, aku mengutukimu?
Tidak, aku hanya bisa memaki diriku ohh betapa bodohnya.
*Dengan perubahan seperlunya. Sebelumnya pernah diterbitkan di campus.imcnews.id*
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI
Beri Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!