Q: Manfaat internet yang dirasakan?
Anak: Memudahkan mencari sumber-sumber/bahan-bahan terkait dengan mata pelajaran atau tugas sekolah dan suka bermedia social dengan teman,hiburan dan game.
Q: Â Pemahaman tentang berita hoaks?
Anak: Orang tua kepada anak-anaknya dalam mendidik anaknya dalam penggunaan internet, yaitu: awasi (apa yang boleh diakses dan tidak boleh diakses), patuhi (sepakati aturan penggunaan), kritisi (kritisi apa saja konten digital), diskusi (jangan hanya melarang namun dibicarakan secara sederhana), nikmati (gunakan bersama anak dan temukan manfaatnya).
Q: Bagaimana pandangan tentang pemanfaatan internet oleh teman-teman seusia, apakah sudah dilakukan dengan baik, benar, dan sesuai?
Anak: ada dampak positif dan negatifnya juga, untuk teman seusia saya beberapa sudah mengerti akan menggunakan internet dengan baik dan benar tetapi ada beberapa orang juga masih menggunakan pada sisi yang kurang baik.
Q: Apakah merasa diri sudah memanfaatkan internet dengan baik, benar, dan sesuai.
Anak: Menurut saya, sudah menggunakannya dengan baik tetapi saya harus mencari informasi berita benar atau berita hoaks karna dizaman sekarang masih banyak yang memalsukan kata-kata atau berita di Internet.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti mengenai perilaku penggunaan internet pada kalangan remaja di perkotaan dengan berdasarkan pertanyaan penelitian yang telah diajukan, maka peneliti dapat menyimpulkan tiga hasil temuan penelitian. Pertama, usia responden saat pertama kali mengenal dan menggunakan internet ialah 12 tahun. Rata-rata saat itu mereka telah memasuki kelas VII SMP, dimana tugas-tugas sekolah yang diberikan mulai mengharuskan mereka mencari sumber atau bahan-bahannya di internet sehingga mereka dituntut harus bisa menggunakan internet. Sebagian besar remaja perkotaan dalam penelitian ini mengungkapkan bahwa teman sebaya (peer groups) dijadikan sebagai sumber belajar pertama kali berinternet bagi mereka, baik untuk bisa melakukan aktivitas-aktivitas intenet tertentu yang lebih bersifat kesenangan (seperti: chatting, bermain game online, membuat Account di salah satu situs social networking atau bahkan mengunjungi situs-situs pornografi) maupun membantu mereka untuk kepentingan akademis yakni mencari bahan atau sumber untuk menyelesaikan tugas sekolah.
Â