Saya juga mengacungi jempol dengan tindakan Pak SBY yang mendoakan pem-bully tidak seperti Bu Ani terkena penyakit kanker darah. Itu bentuk kemurah-hatian beliau menurut saya. Beliau belajar bagaimana untuk bersabar dan menerima apapun yang mengarah pada pribadinya dan keluarga.
Beliau sudah mengajari kita bagaimana untuk menjadi orang yang lebih baik dan menuju pada kesempurnaan. Mau memaafkan, meski kita sudah dilukai. Itu sungguh luar biasa!!. Coba kita bayangkan juga bagaimana Tuhan Yang Maha Esa memberikan nafas kehidupan, kesehatan dan rezeki serta segala apa yang kita minta mampu dikabulkannya, tetapi kita tidak diminta balasan oleh Tuhan.
Saya sebagai umat katolik dan kita umat Kristen semuanya, juga mengingat bagaimana Yesus Kristus rela mati di kayu salib untuk menebus dosa manusia. Yesus tak mau membalas bentuk penindasan, kekerasan dan pemukulan atau siksaan terhadap dirinya sebelum disalibkan. Tujuan Yesus mati di kayu salib hanya untuk menebus dosa manusia dan menuju pada keselamatan. Terlihat kemurah-hatian, kebijaksanaan dan kasih setia Yesus tersebut.
Nah, kita juga diajak untuk seperti itu dan belajar dari Pak SBY menerima bully-an tanpa harus membalas. Semoga kita bisa teman-teman sekalian. Saya juga belajar untuk itu.
Salam Kompasianer!
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H